Polda Banten Bentuk Satgas Terpadu Antisipasi Kebakaran Sampah di TPA
Polda Banten Bentuk Satgas Antisipasi Kebakaran TPA

Kapolda Banten Irjen Hengki membentuk Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk menjaga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di wilayah hukumnya selama musim kemarau. Satgas yang terdiri atas unsur Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah itu akan berjaga di titik-titik rawan kebakaran agar insiden serupa tidak meluas dan bisa ditangani dengan cepat.

Langkah ini ditempuh setelah sejumlah TPA di Banten mengalami kebakaran pada periode kemarau sebelumnya. Hengki memastikan pos siaga dan unit pemadam kebakaran akan disiapkan di area-area TPA yang dinilai rawan munculnya titik api.

Lokasi Prioritas Satgas Terpadu

Hengki mengungkapkan, sejumlah TPA menjadi prioritas pengawasan. Di antaranya TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, TPA Bagendung, TPA Cilowong di Kota Serang, serta TPA di Cilegon. Menurut dia, lokasi-lokasi tersebut rawan kebakaran saat musim kemarau.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Di mana Satgas Terpadu kita tempatkan sekarang karena musim kemarau adalah di daerah-daerah rawan titik api, rawan kebakaran, terutama di TPA yang ada seperti di Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, ada juga Bagendung, Cilowong di Serang Kota, dan di Cilegon," kata Hengki di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Pos Terpadu Beroperasi 24 Jam

Pos terpadu yang dibentuk tidak hanya diisi personel kepolisian, tetapi juga petugas pemadam kebakaran dan personel pendukung lainnya. Para petugas dijadwalkan berjaga selama 24 jam nonstop untuk memberikan respons cepat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Semua kita siapkan pos terpadu, baik kesiapan personelnya secara terpadu maupun sarana-prasarana, terutama mobil pemadam kebakaran, ambulans, hingga dapur lapangan. Semua siap ready for use, siap untuk digunakan setiap saat manakala terjadi kebakaran," ujar Hengki.

Kesiapan sarana dan prasarana menjadi perhatian utama dalam satgas ini. Selain mobil pemadam kebakaran, ambulans disiagakan untuk mengantisipasi korban, sementara dapur lapangan disiapkan untuk mendukung kebutuhan personel di lokasi.

Pelajaran dari Kebakaran TPA Jatiwaringin

Penjabat Gubernur Banten menilai kebakaran di TPA Jatiwaringin yang terjadi sekitar satu bulan lalu merupakan pelajaran berharga. Ia berharap insiden kebakaran sampah yang sempat meluas itu tidak terulang kembali, terutama di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

"Berdasarkan pengalaman satu bulan yang lalu kebakaran di TPA dan pengalaman-pengalaman terdahulu di musim panas, Tempat Pembuangan Akhir sampah menjadi salah satu lokasi yang berpotensi memicu kebakaran lahan," ujar Penjabat Gubernur Banten.

Ia menambahkan, pembentukan satgas terpadu yang digagas Kapolda Banten merupakan langkah strategis untuk mencegah bencana serupa. "Oleh karena itu, Pak Kapolda menginisiasi pembentukan satgas terpadu yang nge-pos di masing-masing TPA dalam rangka mencegah dan memonitor situasi," ucapnya.

Bahaya Gas Metana di TPA

Penjabat Gubernur Banten juga mengingatkan bahwa tumpukan sampah di TPA menyimpan gas metana yang telah terakumulasi bertahun-tahun. Gas tersebut sangat mudah terbakar, sehingga lokasi TPA harus dijaga ketat dari potensi percikan api maupun aktivitas membakar sampah.

"Karena apa? Di TPA sudah ada gas metana yang tertumpuk bertahun-tahun dan ini perlu diantisipasi. Tidak boleh ada percikan api, tidak boleh ada kegiatan membakar sampah dan sebagainya, dan ini memerlukan koordinasi bersama," pungkasnya.

Dengan adanya Satgas Terpadu yang bersiaga di setiap TPA, diharapkan potensi kebakaran dapat terdeteksi lebih dini. Seluruh personel dan sarana yang disiapkan berstatus siap pakai, sehingga penanganan kebakaran bisa dilakukan tanpa menunggu api membesar.

Kapolda Banten menegaskan bahwa pencegahan menjadi kunci utama. Masyarakat sekitar TPA juga diimbau tidak membakar sampah secara sembarangan karena risiko yang ditimbulkan sangat besar bagi lingkungan dan keselamatan bersama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga