Kapolsek Tajur Halang Iptu Raden Suwito mengungkapkan kronologi penemuan bocah laki-laki yang menyusup di bagasi taksi online di Bojonggede, Kabupaten Bogor. Peristiwa ini bermula ketika sopir taksi online menerima pesanan penumpang di Terminal Bojonggede. Saat kendaraan sudah bergerak menuju tujuan, sang sopir dikejutkan oleh kemunculan seorang anak kecil dari ruang bagasi mobil.
Menurut Suwito, kemunculan anak tersebut membuat suasana di dalam mobil menjadi tegang. Penumpang mengira anak itu kerabat sopir, sementara sopir mengira anak itu bagian dari penumpang. Kekagetan itu sempat menimbulkan perdebatan di dalam kendaraan sebelum akhirnya mereka sepakat untuk membawa anak tersebut ke kantor polisi terdekat.
Sopir Takut Dituduh Menculik Anak
Suwito menjelaskan bahwa sopir tidak mau mengambil risiko jika kejadian ini disalahpahami sebagai aksi penculikan anak. "Jadi mobil sudah bergerak, kemudian si anak muncul dan semua kaget tiba-tiba ada orang kan, anak kecil pula. Mungkin saling tanya, penumpang kira anak sopir, sedangkan sopir kira anak dari penumpang, sampai ada perdebatan," kata Suwito saat dihubungi detikcom pada Senin (3/8/2026).
"Akhirnya sopir juga nggak mau kesalahan dikira nyulik anak, atau apa, akhirnya saran dari penumpang dibawa ke Polsek Tajur Halang," imbuh Suwito. Keputusan itu diambil sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kesalahpahaman yang lebih besar. Polisi juga tidak ingin kejadian ini memicu kepanikan di masyarakat.
Koordinasi Polisi dan Pengantaran Anak
Setelah tiba di Mapolsek Tajur Halang, pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan jajaran Polsek Bojonggede untuk menelusuri asal usul anak tersebut. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan anak bisa kembali ke keluarganya dengan selamat. Petugas kemudian menelusuri informasi dari warga sekitar dan tokoh masyarakat setempat.
Hingga akhirnya, anak tersebut diantar pulang oleh pawas Polsek Tajur Halang, Aiptu Lili, dan diserahkan kepada ketua RT di tempat tinggalnya. Suwito menjelaskan bahwa ketika diantar ke rumah, ternyata tidak ada penghuni di sana. "Anak ini diantar sama Pak Lili ke rumah tinggalnya, ternyata nggak ada orang. Jadi anak ini memang salah satu korban ketidakharmonisan kedua orangtuanya dan tinggal sama kakek dan neneknya," kata Suwito.
Penyerahan dilakukan melalui ketua RT setempat agar keluarga terdekat dapat segera menjemput dan merawat anak tersebut. "Jadi diantar, diterima sama pihak RT, nanti Pak RT disana diserahkan ke orang tuanya atau kakek dan neneknya," imbuh Suwito. Proses ini menjadi catatan penting bagi kepolisian untuk memantau kondisi anak setelah kejadian.
Anak Berusia 7 Tahun Diserahkan ke Neneknya
Ketua RT Bojonggede, Suhendar, membenarkan bahwa anak tersebut telah diserahkan kepada neneknya pada Minggu malam. Ia memastikan anak berusia 7 tahun itu dalam kondisi sehat setelah kejadian. "Sudah, sudah kita serahkan ke neneknya, kemarin malam minggu. Kenapa ke neneknya? karena kan selama ini anak ini memang tinggal sama neneknya. Kalau ibunya kerja, jarang pulang," kata Suhendar saat dihubungi terpisah.
"Alhamdulillah kondisi anak sehat, sampai hari ini kelihatan masih sehat," imbuh Suhendar. Menurut keterangan yang dihimpun, anak tersebut merupakan salah satu korban ketidakharmonisan kedua orangtuanya sehingga selama ini tinggal bersama kakek dan neneknya.
Viral di Media Sosial
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah pengguna mengunggah momen ketika bocah tersebut muncul dari bagasi taksi online. Banyak warganet yang merasa geli sekaligus prihatin dengan kejadian ini. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan pengawasan terhadap anak-anak, terutama dalam situasi keluarga yang tidak harmonis.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua untuk selalu memastikan keselamatan dan keberadaan anak-anak mereka. Sementara itu, pihak kepolisian berharap kejadian serupa tidak terulang dan anak tersebut dapat kembali menjalani kehidupan normal di lingkungan keluarganya.



