Jakarta - Perjuangan Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak ternyata tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa kliennya menghadapi kesulitan yang tidak diketahui publik dalam proses bertemu dengan anak-anaknya.
Birokrasi yang Menghambat Pertemuan Ayah dan Anak
Minola Sebayang menceritakan bahwa Ruben Onsu pernah mengungkapkan kepadanya tentang adanya prosedur birokrasi yang harus dilalui setiap kali ingin bertemu anak. Hal ini disampaikan Ruben dalam percakapan pribadi yang kemudian diungkap oleh Minola dalam sebuah kesempatan.
"Ruben bilang, 'Bang, aku kalau ketemu anak ada birokrasi, tapi ini enggak mungkin saya ungkapkan,'" kata Minola seperti dikutip Grid. Pernyataan ini menunjukkan bahwa ada hambatan administratif yang tidak bisa dipublikasikan secara terbuka oleh Ruben.
Publik Sering Salah Paham
Minola juga menyoroti bahwa banyak orang yang menilai Ruben Onsu seolah tidak berusaha untuk bertemu anak-anaknya. Padahal, menurut Minola, situasi yang dihadapi Ruben jauh lebih rumit daripada sekadar menghubungi atau mendatangi rumah.
"Orang-orang enggak tahu. Selalu berpikir 'gampang, kenapa enggak dihubungi? Kenapa enggak datang ke rumahnya?' Enggak seperti itu," jelasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa ada faktor-faktor yang tidak terlihat oleh publik yang membuat proses pertemuan menjadi sulit.
Perjuangan Hukum Ruben Onsu
Langkah hukum yang ditempuh Ruben Onsu untuk memperjuangkan hak asuh anak merupakan upaya untuk mendapatkan kepastian dan kemudahan dalam menjalin hubungan dengan buah hatinya. Melalui jalur hukum, Ruben berharap dapat mengatasi hambatan birokrasi yang selama ini dialaminya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak lawan mengenai tudingan birokrasi tersebut. Namun, pernyataan Minola Sebayang memberikan gambaran bahwa perjuangan Ruben Onsu bukanlah tanpa alasan.



