Longsor Putuskan Akses Jalan di Bungku Utara
Palu – Bencana longsor yang terjadi pada Jumat (24/7/2026) dini hari pukul 02.00 WITA menutup total akses jalan di Desa Uempanapa, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Akibatnya, sebanyak 2.104 jiwa warga dari dua desa, yaitu Desa Lemowalia dan Desa Salubiro, terisolasi. Jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung menuju kedua desa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan yang tinggi. “Curah hujan yang tinggi mengakibatkan Sungai Swuya meluap dan arusnya mengikis tebing di sekitar badan jalan. Tebing kehilangan penopang sehingga terjadi longsor,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Minggu (26/7/2026).
Data Dampak Longsor: 627 KK Terdampak
Akris merinci total dampak longsor mencapai 627 kepala keluarga (KK) atau 2.104 jiwa. Rinciannya, Desa Salubiro mencatat 500 KK atau sekitar 1.700 jiwa, sementara Desa Lemowalia memiliki 127 KK atau 404 jiwa. “Hingga saat ini kedua desa masih terisolasi karena akses jalan belum dapat dilalui. Bahkan kendaraan roda dua pun belum bisa melintas di lokasi kejadian,” tambahnya.
Meski akses terputus total, BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa akibat longsor tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sulteng dan BPBD Morowali Utara telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Upaya Penanganan dan Evakuasi
BPBD Sulteng terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membuka akses jalan dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terisolasi. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup badan jalan sepanjang puluhan meter, sehingga diperlukan alat berat untuk membersihkannya. Namun, kondisi medan yang sulit dan hujan yang masih mengguyur menghambat proses evakuasi.
Warga di kedua desa diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah tersebut. BPBD juga mendirikan posko darurat untuk memantau perkembangan situasi dan menyalurkan bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan, melalui jalur alternatif atau dengan bantuan helikopter jika diperlukan.
Sementara itu, pemerintah Kabupaten Morowali akan mengerahkan alat berat dari ibukota kabupaten untuk mempercepat pembersihan material longsor. Proses normalisasi jalan diperkirakan memakan waktu beberapa hari, bergantung pada cuaca dan kondisi di lapangan.



