Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo memberikan respons santai terkait pengumuman Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang akan maju sebagai calon anggota DPR pada Pemilu 2029. Kaesang memilih Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah yang meliputi Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten. Meskipun daerah tersebut merupakan basis PDIP, Ganjar optimistis bahwa partainya masih mendominasi.
Ganjar: Jateng Tetap Kandang Banteng
“Saya masih yakin (Jawa Tengah) kandang banteng,” ujar Ganjar di Kantor DPP PDIP Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Ia meyakini bahwa pencalonan Kaesang tidak akan menggerus suara PDIP di Jawa Tengah. “Ya dia kan bukan PDI Perjuangan. Ya harusnya masyarakat punya hak. Dan negara melindungi hak turut serta dalam pemerintahan, jadi siapapun boleh,” tegasnya.
Kaesang dan Puan di Dapil yang Sama
Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani juga berada di Dapil V Jawa Tengah. Meskipun demikian, Ganjar menilai Kaesang tidak akan mengancam suara Puan karena keduanya berasal dari partai yang berbeda. Ia pun tidak menganggap Kaesang sebagai penantang PDIP pada Pileg 2029. “Oh, orang nyalon kok nantang. Kamu juga nyalonin boleh-boleh saja. Semuanya boleh,” tutur Ganjar.
Dapil V Jawa Tengah, yang mencakup Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten, diprediksi akan menjadi salah satu arena pertarungan paling sengit pada Pemilu Legislatif 2029. Pengumuman Kaesang disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Solo, Sabtu (25/7/2026). Putra bungsu Presiden ke-7 Joko Widodo itu mengungkapkan rencananya secara langsung di hadapan kader.
Instruksi Kaesang: Solid dan Fokus di Solo
“Saya sebenarnya ke Solo tuh rencananya tadi hanya untuk Persis Solo, tapi memang ngepasi ada Rakordanya DPD Kota Solo, ya wis sisan ngumumke (sekalian) kalau bakal jadi caleg di sini,” ujar Kaesang. Sebagai bakal caleg, ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh kader PSI Solo agar tetap solid dan tidak terlibat konflik internal dalam memperebutkan kursi. “Saya tidak mau ada hal-hal seperti itu yang nanti terjadi di Pemilu 2029 nanti. Sanggup ya untuk caleg-caleg, ya,” tegasnya.
Kaesang menyebut bahwa wilayah geraknya hanya difokuskan di Kota Solo, sementara Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten telah menjadi tanggung jawab kader lain. “Insyaallah saya akan membersamai seluruh kader, terkhusus di Solo, karena teritori yang diberikan kepada saya hanya di Kota Solo aja. Tapi saya mohon, target kita benar-benar besar untuk 2029 nanti,” pungkasnya.
Dampak Politik dan Prospek ke Depan
Langkah Kaesang ini dipandang sebagai ujian bagi dominasi PDIP di Jawa Tengah, yang selama ini menjadi basis kuat partai banteng. Dengan sosok Kaesang yang populer, terutama di kalangan anak muda, PSI berharap bisa meraih kursi di DPR. Ganjar sendiri tetap percaya diri bahwa PDIP tidak akan tergoyahkan. Jawa Tengah dikenal sebagai “kandang banteng” karena sejarah panjang dukungan terhadap PDIP. Namun, kehadiran Kaesang di dapil yang sama dengan Puan menambah dinamika tersendiri.
Pengamat politik menilai bahwa pertarungan ini akan menjadi barometer kekuatan partai politik menjelang Pemilu 2029. Dengan jumlah pemilih muda yang besar, popularitas Kaesang bisa menjadi faktor penentu. Meskipun demikian, mesin partai PDIP yang solid di Jawa Tengah diyakini masih menjadi kekuatan utama.



