Dua kelompok terlibat bentrokan di Jalan Tambak, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan satu orang tewas, empat orang dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan delapan orang diamankan polisi. Sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor turut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Bentrokan Berawal dari Pembelian Sarapan
Kepolisian menjelaskan bahwa bentrokan dipicu oleh sekelompok orang yang hendak membeli sarapan di sebuah warung makan di samping Masjid Jami Matraman. Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, kelompok tersebut merasa tidak dilayani dengan baik. "Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," ujar Roby.
Kerusakan dan Korban Jiwa
Setelah merusak gerobak nasi uduk, kelompok tersebut membawa senjata tajam dan memicu keributan dengan warga. Bentrokan berlanjut di Jalan Tambak Nomor 85, mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen dan empat sepeda motor terbakar. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa empat orang dilarikan ke RSCM untuk perawatan. "Peristiwa yang melibatkan sekelompok orang dan warga itu mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen serta empat sepeda motor terbakar. Empat orang juga dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan perawatan," kata Budi dalam keterangannya.
Dari empat korban yang dirawat, satu orang dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit. "Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," jelas Roby. Satu korban lainnya masih dalam kondisi kritis.
Pengamanan dan Penyelidikan Polisi
Kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban. Dua korban dievakuasi ke RSCM, sementara delapan orang lainnya diamankan dan dibawa ke Polsek Menteng untuk dimintai keterangan. "Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng," ujar Roby.
Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, dan mendalami rangkaian peristiwa. Barang bukti yang ditemukan antara lain puing-puing bangunan terbakar, kendaraan hangus, serta jejak darah dan batu berlumuran darah. "Di TKP kita menemukan ada puing-puing, puing-puing dari bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga jejak darah dan batu yang berlumuran darah," kata Roby.
Situasi Kembali Kondusif
Kombes Pol. Budi Hermanto memastikan situasi di lokasi telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal. "Situasi di lokasi kini telah kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal," ucap Budi. Pihak kepolisian terus berupaya mengungkap penyebab pasti keributan serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat untuk proses hukum lebih lanjut.



