Polisi terus menyelidiki kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan di depan sebuah klinik kecantikan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pada Minggu, 26 Juli 2026.
Olah TKP Selesai, Polisi Sisir CCTV dan Saksi
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengonfirmasi bahwa proses olah TKP telah rampung. Pihaknya kini tengah mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi mata. "Kita olah TKP tadi. Begitu dapat informasi, habis cek TKP, terus kita mencoba mencari informasi di sekitaran TKP, saksi, dan CCTV," ujar Iskandarsyah saat dihubungi pada Minggu (26/7).
Ia menambahkan bahwa tim masih menyisir CCTV di sekitar lokasi dan mencari orang-orang yang melihat langsung saat korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. "Kita masih ngumpulin saksi-saksi masih mencari CCTV," tegasnya.
Korban Diduga Kepala Rumah Tangga Mantan Jampidsus
Berdasarkan informasi yang beredar, Sutrimo disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (Karumga) dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah. Namun, pihak kepolisian masih mendalami kebenaran informasi tersebut. "Masih didalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan pada hari yang sama.
Di lokasi, pantauan detikcom pada pukul 20.30 WIB menunjukkan garis polisi telah terpasang di sekeliling klinik. Bagian dalam klinik tertutup tirai gelap, sementara lampu luar menyala dan lampu dalam mati. Tidak terlihat aktivitas manusia di dalam bangunan.
Kronologi Penemuan dan Penyelidikan
Budi Hermanto menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis, 23 Juli 2026. Sutrimo kemudian dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans, namun setelah diperiksa, ia dinyatakan telah meninggal dunia. "Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ucap Budi.
Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan kini melakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi telah mengklarifikasi sejumlah pihak, termasuk keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, polisi mendalami riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta informasi lain yang relevan.
Hingga saat ini, motif dan penyebab pasti kematian Sutrimo masih dalam pendalaman. Belum ada keterangan resmi mengenai adanya luka-luka atau tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Informasi yang beredar menyebutkan korban ditemukan dengan mulut berbusa, namun hal ini belum dikonfirmasi oleh penyidik.



