BNN Minta Waspada Narkoba Campuran Kokain-Ekstasi Incaran Turis Rusia di Bali
BNN Waspadai Narkoba Campuran Kokain-Ekstasi untuk Turis Rusia

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI meminta masyarakat Indonesia untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis baru yang menjadi favorit turis asing, khususnya warga negara Rusia di Bali. Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto, mengungkapkan temuan narkoba campuran atau mixed yang disukai turis Rusia saat penggerebekan laboratorium rahasia di Gianyar, Bali.

Penggerebekan di Gianyar: Temuan 7,8 Kg Mefedron

Dalam penggerebekan tersebut, BNN berhasil menyita narkotika golongan satu jenis mefedron dengan total berat bruto 7,8 kilogram atau 7.894 gram. Selain itu, petugas juga menemukan prekursor padat seberat 2,6 kilogram (2.600 miligram) dan cairan sebanyak 219,7 kilogram (219.785 miligram).

"Penggerebekan clandestine lab di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia dan berhasil menyita narkotika golongan satu mefedron pada total berat bruto 7,8 kilogram atau 7.894 gram, prekursor padat 2,6 kilogram atau 2.600 miligram, dan cairan 219,7 kilogram atau 219.785 miligram," jelas Komjen Suyudi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Narkoba Campuran: Kokain dan Ekstasi Favorit Turis Rusia

Mefedron yang ditemukan merupakan campuran antara kokain dan MDMA atau ekstasi. Narkoba jenis baru ini disebut sangat digemari oleh warga negara Rusia. Menurut Suyudi, campuran tersebut diedarkan dan dikonsumsi terutama oleh turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia.

"Kasus ini menunjukkan semakin kompleksnya ancaman narkotika sintetis di dalam negeri. Jadi mefedron ini adalah termasuk narkotika baru. Ini adalah mix antara kokain dan MDMA atau ekstasi. Sangat disukai oleh orang-orang Rusia," ungkapnya.

Kerja Sama dengan Kedutaan Rusia untuk Ungkap Jaringan Internasional

Meskipun demikian, BNN terus berupaya memberantas peredaran narkoba jenis ini melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Suyudi menegaskan bahwa produsen, pengedar, dan pasar narkoba campuran ini sebagian besar berasal dari Rusia.

"Sehingga pembuatnya, pengedarnya adalah orang Rusia, pasarnya juga orang Rusia. Dan kita terus bekerja sama dengan Kedutaan Rusia, Atase Kepolisian Rusia, kami terus untuk bisa menggali dan mengungkap jaringan internasional yang sedang kita curigai ada di Rusia," tutupnya.

BNN mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran narkoba jenis baru yang semakin beragam. Modus operandi yang melibatkan warga negara asing dan jaringan internasional menunjukkan kompleksitas ancaman narkotika sintetis di Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga