Kebakaran di PIK 2: 3 WN China Dievakuasi, Damkar Kerahkan 6 Mobil
Kebakaran PIK 2, 3 WN China Dievakuasi

Gedung Space One PIK 2 yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Kabupaten Tangerang, Banten, terbakar pada Senin siang, 3 Agustus 2026. Peristiwa itu memaksa tiga warga negara asing (WNA) asal China dievakuasi dari dalam gedung setelah terjebak ketika ruangan dipenuhi asap tebal.

Komandan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Kosambi, Husni, membenarkan bahwa ketiga korban berhasil diselamatkan. Mereka telah dilarikan ke fasilitas kesehatan (faskes) untuk mendapatkan penanganan medis.

Tiga WNA China Dievakuasi Selamat

Husni mengatakan, evakuasi korban dilakukan oleh pemilik gedung dengan bantuan oksigen. "Untuk jaya 65 di gedung PIK 2, untuk korban sudah dievakuasi oleh pemilik gedung dengan memakai oksigen. Untuk korban ada 3 orang, selamat, WNA asal China," ujar Husni kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ketiga korban sempat terjebak di dalam gedung karena tidak bisa keluar ketika ruangan penuh asap. Mereka diduga naik ke lantai atas untuk mencari udara segar, kemudian berusaha meminta pertolongan dari lubang ventilasi. "Orang itu mungkin melarikan diri ke atas untuk cari aman. Dia cari pertolongan dari lubang ventilasi karena memang gelap, dia tidak bisa turun juga. Dievakuasi pakai tangga, kita evakuasi pakai gas oksigen portable," jelasnya.

Kondisi Korban dan Proses Evakuasi

Menurut Husni, ketiga WNA tersebut tidak mengalami luka bakar. Meski demikian, identitas mereka belum dapat dipastikan. Petugas masih berfokus pada proses evakuasi dan pemadaman untuk memastikan tidak ada korban lain di dalam gedung. Evakuasi berlangsung dengan menggunakan tangga dan tabung oksigen portabel milik petugas damkar.

Kronologi Kebakaran dan Pengerahan Personel

Laporan kebakaran diterima petugas Damkar pada pukul 13.06 WIB. Enam mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan bersama puluhan personel ke lokasi. Tim Basarnas dan Unit Identifikasi Forensik (Inafis) Polri juga terlihat hadir di lokasi untuk membantu proses penanganan.

Asap Tebal Menghambat Petugas

Husni menjelaskan, asap di dalam gedung sangat tebal sehingga petugas belum dapat masuk. Kondisi di dalam bangunan gelap karena asap memenuhi ruangan. "Di sini asap tidak keluar, posisi gelap, asap tebal. Kita belum tahu persis karena di dalam ruangan. Di sini belum bisa memastikan, masih menunggu blower untuk mengeluarkan asap," tuturnya.

Dari luar bangunan, asap sudah tidak terlihat. Namun, petugas belum bisa memastikan kondisi di dalam hingga blower berhasil mengeluarkan asap. Hal ini menjadi kendala utama dalam proses pendinginan dan pencarian titik api.

Gedung Empat Lantai Masih Dalam Pembangunan

Gedung yang terbakar bernama Space One PIK 2. Bangunan ini diketahui memiliki empat lantai dan masih dalam proses pembangunan. Kondisi tersebut membuat penyelidikan dan proses pemadaman berjalan lebih hati-hati, terutama untuk memastikan tidak ada material yang membahayakan.

Kebakaran pada gedung yang masih dalam tahap konstruksi memiliki tantangan tersendiri bagi petugas pemadam. Material bangunan yang belum selesai dipasang dapat menjadi bahan bakar api dengan cepat, sementara akses menuju lantai atas sering kali belum sepenuhnya tersedia. Hal itu menyulitkan proses evakuasi dan pemadaman.

Hingga berita ini ditulis, Damkar masih berada di lokasi untuk memastikan tidak ada api yang tersisa di dalam bangunan. Belum diketahui secara pasti kronologi dan penyebab kebakaran tersebut. Petugas juga masih berupaya mengeluarkan asap dari dalam gedung sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga