BMKG Peringatkan Gelombang 4 Meter di Perairan Sumut, Waspada hingga 16 Februari 2026
Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Sumut, Waspada!

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sumatera Utara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang signifikan di perairan Sumatera Utara. Berdasarkan analisis terkini, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai empat meter di wilayah tertentu.

Lokasi dan Durasi Ancaman Gelombang Tinggi

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Christin Ordein, menjelaskan bahwa gelombang setinggi empat meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Batu dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias. Kondisi berbahaya ini diprediksi berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 Februari 2026.

Selain itu, Christin menambahkan bahwa gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter juga berpotensi melanda perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Sumatera Utara, dan perairan timur Kepulauan Nias. "Angin bertiup dari barat laut dengan kecepatan 5-25 knot. Secara umum, kondisi cuaca di perairan Sumatera Utara diprakirakan berawan hingga hujan ringan," ujarnya.

Dampak dan Imbauan untuk Masyarakat

Gelombang tinggi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi:

  • Nelayan dengan perahu kecil jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
  • Kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter.
  • Kapal feri jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.

Christin menegaskan, "Ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran." BMKG meminta masyarakat di pesisir Sumatera Utara, termasuk nelayan dan pemangku kepentingan maritim, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.

Konteks Cuaca yang Lebih Luas

Peringatan ini dikeluarkan pada Jumat, 13 Februari 2026, dan menjadi bagian dari serangkaian peringatan dini cuaca dari BMKG. Badan tersebut terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan laut untuk memberikan informasi akurat guna melindungi keselamatan publik dan aktivitas maritim di Indonesia.