Dokter Jelaskan Perbedaan Mendasar Antara Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak
Perbedaan Serangan Jantung dan Kematian Jantung Mendadak Menurut Dokter

Banyak orang sering kali menganggap bahwa kondisi medis serangan jantung dan kematian jantung mendadak adalah hal yang sama. Namun, menurut penjelasan dari dokter spesialis, kedua kondisi ini sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan, baik dari segi penyebab maupun gejala yang ditimbulkan.

Perbedaan Penyebab dan Mekanisme

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Ardian Rizal, Sp.JP(K)-FIHA, memberikan penjelasan mendetail mengenai perbedaan antara serangan jantung dan kematian jantung mendadak. Dalam konferensi pers Pulse Day 2026 yang bertajuk "Dari Kesadaran Hingga Aksi Nyata Untuk Jantung Sehat", yang diselenggarakan di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026, dr. Ardian menegaskan bahwa kematian jantung mendadak biasanya terjadi akibat gangguan listrik jantung yang kacau.

"Sementara itu, serangan jantung disebabkan oleh sumbatan aliran darah di pembuluh koroner," jelas dr. Ardian, seperti dikutip dari Antara. Pernyataan ini menekankan bahwa meskipun keduanya berhubungan dengan jantung, mekanisme terjadinya sangat berbeda.

Gejala dan Implikasi Klinis

Perbedaan ini tidak hanya terletak pada penyebab, tetapi juga pada gejala yang dialami pasien. Serangan jantung sering kali ditandai dengan gejala seperti nyeri dada, sesak napas, dan keringat dingin, yang dapat berkembang secara bertahap. Di sisi lain, kematian jantung mendadak cenderung terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan yang jelas, akibat gangguan irama jantung yang fatal.

Pemahaman yang tepat tentang perbedaan ini sangat penting untuk penanganan medis yang cepat dan tepat. Misalnya, penanganan serangan jantung mungkin melibatkan prosedur untuk membuka sumbatan pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak memerlukan intervensi segera seperti penggunaan defibrilator untuk mengembalikan irama jantung normal.

Dr. Ardian juga menyinggung pentingnya kesadaran masyarakat akan kesehatan jantung, mengingat kedua kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. "Edukasi dan aksi nyata dalam menjaga kesehatan jantung adalah kunci untuk mencegah insiden seperti ini," tambahnya dalam konferensi pers tersebut.