Dokter Bongkar Mitos GERD Sebabkan Kematian Mendadak, Ini Faktanya
Penyakit Gastroesofageal Reflux Disease atau GERD telah menjadi topik kesehatan yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, popularitas ini sering kali dibayangi oleh berbagai informasi yang keliru dan mitos yang beredar luas, terutama di platform media sosial.
Mitos Berbahaya yang Perlu Diluruskan
Salah satu mitos paling menyesatkan yang kerap dikaitkan dengan GERD adalah anggapan bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kematian mendadak. Banyak orang percaya bahwa komplikasi GERD bisa berujung pada serangan jantung atau kondisi fatal lainnya secara tiba-tiba.
Untuk meluruskan kesalahpahaman ini, Nusantara Daily menghubungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP Kemenkes Surabaya, dr. RA Adaninggar Primadia Nariswari SpPD-KGH. Dalam wawancara eksklusif, dokter yang akrab disapa Ning ini memberikan penjelasan mendetail berdasarkan bukti medis.
Memahami GERD dengan Benar
Mengawali penjelasannya, dr. Ning terlebih dahulu mendefinisikan apa itu GERD. GERD adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan gejala seperti nyeri ulu hati, sensasi terbakar di dada, dan regurgitasi.
"GERD memang bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan dan memengaruhi kualitas hidup pasien," jelas dr. Ning. "Namun, penting untuk dipahami bahwa GERD sendiri tidak secara langsung menyebabkan kematian mendadak seperti yang banyak dipercayai."
Perbedaan GERD dan Sakit Maag
dr. Ning juga menekankan pentingnya membedakan GERD dengan sakit maag biasa. Sakit maag lebih merujuk pada gangguan pencernaan umum, sementara GERD memiliki mekanisme dan penanganan yang lebih spesifik.
Berikut adalah beberapa poin kunci yang diungkapkan oleh dr. Ning:
- GERD tidak menyebabkan serangan jantung secara langsung
- Komplikasi GERD yang parah seperti esofagitis atau Barrett's esophagus memerlukan penanganan medis tetapi jarang berakibat fatal mendadak
- Gejala GERD yang menyerupai nyeri dada harus dievaluasi lebih lanjut untuk menyingkirkan masalah jantung
- Penanganan GERD meliputi perubahan gaya hidup, pengobatan, dan dalam kasus tertentu, tindakan bedah
Dokter mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi kesehatan yang beredar di media sosial tanpa verifikasi dari sumber medis terpercaya. Konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional tetap menjadi langkah terbaik untuk memahami kondisi kesehatan secara akurat dan mendapatkan penanganan yang tepat.