Tarif TransJ Blok M-Soetta Rp 15 Ribu Dinilai Wajar, Armada Ditambah
Tarif TransJ Blok M-Soetta Rp 15 Ribu Dinilai Wajar

Tarif TransJabodetabek rute Blok M-Soekarno-Hatta (SH2) naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 15 ribu mulai 1 September 2026. Namun, kenaikan ini tidak memicu penolakan dari penumpang. Sebaliknya, sebagian warga menilai tarif anyar itu masih masuk akal, bahkan meminta frekuensi armada ditambah.

Rute Blok M-Soetta menjadi salah satu andalan warga Jakarta Selatan untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta. Layanan yang dioperasikan PT TransJakarta ini sempat menawarkan tarif promosi Rp 3.500 selama masa uji coba. Setelah periode tersebut berakhir, pemerintah daerah akhirnya menetapkan tarif definitif melalui Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026.

Tarif promosi tersebut memang sengaja dipatok rendah untuk memperkenalkan layanan baru kepada masyarakat. Kini, setelah tarif normal diberlakukan, penumpang tetap bisa menikmati perjalanan ke bandara dengan biaya yang jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan pribadi maupun taksi online.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penumpang: Tarif Promo Selesai, Rp 15 Ribu Masih Murah

Salah satu pengguna, Rian (32), mengaku tidak mempermasalahkan kenaikan tarif. Menurutnya, tarif Rp 3.500 yang berlaku sebelumnya memang hanya tarif promosi yang disubsidi selama masa uji coba. "Memang kalau dibanding sebelumnya yang Rp 3.500 kelihatannya naik jauh, tapi kita juga harus lihat itu kan tarif promo ya uji coba. Sekarang Rp 15 ribu menurut saya masih murah kalau dibanding naik taksi online atau DAMRI yang bisa sampai Rp 80 ribu," ujarnya kepada detikcom di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/8/2026).

Rian sesekali menggunakan layanan tersebut untuk keperluan perjalanan ke bandara. Menurutnya, selisih tarif dengan moda transportasi lain cukup signifikan. Ia mencontohkan, tarif Rp 80 ribu untuk taksi online atau DAMRI belum termasuk kemungkinan biaya tambahan di tengah kemacetan. Dengan begitu, Rp 15 ribu dinilai lebih efisien bagi kantong.

Minta Armada Ditambah, Headway Lebih Rapat

Di sisi lain, Rian berharap PT TransJakarta menambah jumlah bus pada jam-jam sibuk. Ia mengaku kadang harus menunggu cukup lama di halte. "Mungkin bus ditambah ya. Kadang kalau jam sibuk masih harus menunggu cukup lama. Kalau headway lebih rapat, orang pasti tetap mau naik walaupun tarifnya naik," jelasnya.

Penambahan armada dinilai penting untuk menjaga minat masyarakat terhadap transportasi umum. Jika waktu tunggu lebih singkat, lebih banyak penumpang yang akan beralih dari kendaraan pribadi. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah mengurangi kemacetan di ibu kota.

Kualitas Pelayanan Tetap Jadi Syarat

Tidak hanya frekuensi, Rian juga menyoroti pentingnya menjaga standar pelayanan. Ia berharap bus yang disediakan tetap nyaman, ber-AC dingin, memiliki ruang bagasi memadai, dan jadwalnya pasti. "Nggak terlalu keberatan. Selama busnya nyaman, AC dingin, tempat bagasi tetap ada, dan jadwalnya pasti, kayaknya Rp 15 ribu masih sangat masuk akal. Yang penting jangan sampai tarif naik tapi pelayanan malah menurun," tegasnya.

Pernyataan Rian menggambarkan harapan penumpang agar kenaikan tarif diimbangi dengan perbaikan layanan. Pengguna menilai, tarif yang lebih tinggi harus diiringi dengan ketepatan jadwal dan kenyamanan yang terjamin. Jika tidak, penumpang bisa beralih ke moda lain.

Pemprov DKI: Ini Penetapan, Bukan Kenaikan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan tarif tersebut melalui Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin. Ia menegaskan bahwa penentuan tarif ini merupakan langkah resmi setelah masa uji coba, bukan kenaikan mendadak. "Pak Gubernur mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026 tentang Tarif Layanan Angkutan Umum Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, ya, dengan tarif Rp 15 ribu," kata Budi kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Jumat (13/7).

Dengan keluarnya keputusan tersebut, tarif baru berlaku mulai 1 September 2026. Pengguna diharapkan menyesuaikan diri dengan biaya baru. Meski demikian, kenaikan tarif ini masih terbilang rasional dibandingkan tarif transportasi lain menuju bandara.

Para pengguna berharap PT TransJakarta segera menindaklanjuti masukan untuk menambah armada, terutama pada jam sibuk. Dengan begitu, tarif baru yang berlaku tidak menjadi beban, justru meningkatkan kenyamanan dan kepuasan penumpang. Kepercayaan terhadap transportasi umum pun diharapkan semakin kuat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga