Pertandingan eksibisi badminton mewarnai penutupan Kapolri Cup 2026 di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta, Sabtu (1/8). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun berpasangan dengan Widi Chandra Kasih, sementara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia didampingi Muhammad. Laga persahabatan ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah rangkaian acara penutupan kejuaraan bulu tangkis nasional tersebut.
Sejak awal, pasangan Sigit-Widi tampil agresif. Keduanya bergantian melancarkan smash keras dan membangun permainan cepat di depan net. Namun Bahlil-Muhammad tidak tinggal diam. Mereka membalas dengan reli panjang dan pengembalian-pengembalian sulit yang membuat jalannya pertandingan semakin seru. Aksi saling serang terjadi di hampir setiap reli.
Bahlil juga memperlihatkan variasi permainan. Beberapa kali ia melepaskan dropshot untuk mengecoh lawan dan menempatkan shuttlecock jatuh di area depan lapangan. Strategi ini sempat menyulitkan Sigit-Widi, tetapi pasangan Kapolri tetap mampu menguasai jalannya set pertama. Mereka menutup set pertama dengan keunggulan 15-11.
Sorak sorai penonton memenuhi GOR setiap kali keempat pemain menampilkan aksi menarik. Momen-momen seperti pengembalian bola di luar dugaan, smash keras, dan reli panjang membuat laga ekshibisi ini tidak kalah seru dari pertandingan final. Penonton yang terdiri atas peserta kejuaraan dan tamu undangan tampak menikmati setiap jalannya reli.
Semangat Kompetitif dan Keakraban
Meski berstatus laga persahabatan, pertandingan tetap berlangsung kompetitif. Bahlil dan rekan terus berupaya mengejar ketertinggalan. Beberapa kali mereka berhasil mematahkan serangan Sigit-Widi melalui pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Pertandingan pun berjalan sengit hingga akhir.
Suasana kompetitif di lapangan tidak mengurangi keakraban antarpemain. Senyum dan tawa terlihat di sela-sela pertandingan, terutama setelah aksi-aksi teknis yang menghibur. Keempat pemain juga beberapa kali berdiskusi di antara reli, menambah kesan hangat pada laga yang digelar dalam rangka penutupan Kapolri Cup 2026.
Kapolri Cup 2026 dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Kapolri Cup 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari kelas umum, personel Polri, hingga para-bulu tangkis. Dalam penyelenggaraannya, Polri berkolaborasi dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI).
Kejuaraan ini berlangsung sejak 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Selama enam hari, para atlet dari berbagai daerah berlaga untuk memperebutkan gelar juara di masing-masing kategori. Turnamen ini dinilai penting karena tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan dan penjaringan atlet potensial untuk menembus level nasional maupun internasional.
Kehadiran kategori para-bulu tangkis dalam Kapolri Cup 2026 menunjukkan perhatian terhadap inklusivitas olahraga. Para atlet disabilitas mendapatkan ruang yang sama untuk berkompetisi dan mengembangkan kemampuan. Hal ini sejalan dengan komitmen Polri untuk mendukung pembinaan atlet secara menyeluruh.
Komitmen Polri dan Dukungan PBSI
Dalam sambutannya pada penutupan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. "Terima kasih kepada seluruh klub, seluruh pemain, dan rekan-rekan perwakilan dari Polda, Polres, hingga masyarakat umum," kata Sigit.
Ia juga berterima kasih kepada Ketua Umum PBSI atas dukungannya sehingga Kapolri Cup dapat menjadi salah satu event nasional yang dihitung sebagai penambah poin. "Terima kasih juga kepada Ketua Umum PBSI, bahwa Kapolri Cup ini menjadi salah satu event nasional yang dihitung untuk menambah poin bagi para atlet yang akan berlaga di kelas yang lebih tinggi, kelas internasional," lanjutnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Kapolri Cup tidak sekadar turnamen internal kepolisian. Event ini juga berkontribusi pada ekosistem bulu tangkis nasional. Poin yang diperoleh para atlet dalam kejuaraan ini dapat membantu mereka naik ke level yang lebih tinggi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Legenda Bulu Tangkis Hadir
Penutupan Kapolri Cup 2026 juga dihadiri sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia. Mereka adalah Susi Susanti, Alan Budikusuma, Greysia Polii, dan Hariyanto Arbi. Kehadiran para mantan juara dunia dan Olimpiade ini menjadi motivasi tambahan bagi para atlet muda yang sedang meniti karier.
Interaksi antara para legenda dan atlet muda berlangsung hangat. Momen ini menjadi kesempatan bagi generasi penerus untuk belajar dari pengalaman para pendahulunya. Dukungan dari para legenda diharapkan dapat mendorong semangat para atlet untuk terus berlatih dan berprestasi.
Dengan berakhirnya Kapolri Cup 2026, Polri berkomitmen untuk terus membuka ruang kompetisi yang luas bagi talenta-talenta bulu tangkis Indonesia. Kompetisi seperti ini dinilai penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional, sekaligus mempererat hubungan antara institusi, masyarakat, dan dunia olahraga.



