Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat resmi dimulai di Kota Padang pada Sabtu (1/8/2026). Anggota MPR RI dari Kelompok DPD, H. Muslim M. Yatim, Lc., M.M., membuka langsung kompetisi yang diikuti sembilan sekolah terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Sumbar.
LCC Empat Pilar merupakan program MPR RI untuk menyosialisasikan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda melalui kompetisi cerdas cermat antar-pelajar.
Pembukaan dan Kehadiran Pejabat
Acara pembukaan berlangsung dengan dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan, S.H., Kepala Biro Persidangan dan Pemasyarakatan Konstitusi Dr. Wachid Nugroho, S.I.P., M.I.P., serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Habibul Fuadi, S.Pd., M.Si. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen MPR RI dan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan kebangsaan bagi generasi muda.
LCC ini juga menghadirkan tiga dewan juri daerah yang berkompeten di bidang pendidikan kewarganegaraan. Mereka adalah Muspardi, M.Pd., dosen Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Karakter Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar; Dr. Monica Tiara, M.Pd., dosen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Negeri Padang; serta Atri Waldi, M.Pd., lektor Universitas Negeri Padang.
Tujuan LCC: Membangun Karakter, Bukan Sekadar Juara
Dalam sambutannya, Muslim M. Yatim menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI bukan sekadar ajang adu cepat menjawab pertanyaan. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang untuk membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, integritas, serta rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari siapa paling cepat menjawab soal, tetapi untuk membentuk generasi muda yang memahami nilai-nilai Pancasila, menghormati konstitusi, menjaga persatuan bangsa, serta merawat keberagaman Indonesia," ujar Muslim di Padang, Sabtu (1/8/2026).
Muslim juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan, panitia pelaksana, dewan juri, kepala sekolah, guru pendamping, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan acara. Menurutnya, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik berkat kerja keras dan sinergi semua elemen.
"Kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik berkat kerja keras dan sinergi seluruh pihak. Saya menyampaikan apresiasi kepada semua yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini," ungkapnya.
Pesan untuk Peserta dan Tantangan Era Digital
Kepada para peserta, Muslim berpesan agar nilai-nilai Empat Pilar MPR RI tidak hanya dipahami sebagai materi perlombaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para pelajar disebutnya sebagai representasi generasi muda Indonesia yang dipercaya membawa semangat persatuan dan cinta tanah air.
"Kalian hadir bukan hanya sebagai peserta lomba, tetapi sebagai representasi generasi muda Indonesia yang dipercaya membawa semangat persatuan, cinta kepada tanah air, dan komitmen menjaga kehidupan berbangsa," tuturnya.
Ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Perkembangan teknologi dan internet membawa manfaat besar, namun juga memunculkan persoalan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, hingga potensi perpecahan sosial. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman agar bangsa Indonesia tetap bersatu.
"Teknologi digital merupakan pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan manfaat besar, tetapi di sisi lain menghadirkan tantangan baru. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi pedoman agar bangsa Indonesia tetap bersatu dan tidak mudah terpecah belah," katanya.
Muslim menambahkan, pendidikan nasional tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk manusia yang bermoral, berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebangsaan. "Makna mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya meningkatkan kemampuan ekonomi atau intelektual, tetapi menciptakan manusia yang berpijak pada moral, integritas, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan," jelasnya.
Dukungan Dinas Pendidikan Sumbar
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, menyatakan LCC Empat Pilar MPR RI menjadi salah satu upaya memperkuat karakter, nasionalisme, dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar. Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah mempersiapkan diri mengikuti kompetisi ini.
"Hari ini kita hadir sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk memupuk rasa nasionalisme dan kebangsaan. Hal yang paling berharga dari kegiatan ini adalah pengalaman yang diperoleh para peserta," ujar Habibul.
Habibul menuturkan bahwa seluruh peserta merupakan siswa terbaik yang telah melalui seleksi ketat di tingkat kabupaten dan kota. Karena itu, ia mengajak semua peserta untuk saling menghargai apa pun hasil perlombaan. "Dalam sebuah perlombaan tentu ada peringkat. Namun, semua anak-anak kita yang hadir di ruangan ini adalah juara. Siapa pun yang nantinya ditetapkan sebagai pemenang, semuanya tetap juara," katanya.
Menurut Habibul, Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh bangsa seperti Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, Tan Malaka, dan Mohammad Natsir. Semangat perjuangan para tokoh tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda saat ini. "LCC Empat Pilar MPR RI merupakan bagian dari upaya membangun mentalitas, karakter, dan semangat kebangsaan bagi anak-anak kita," ungkapnya.
Ia berharap LCC Empat Pilar MPR RI terus menjadi wadah bagi pelajar untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan potensi, serta membentuk generasi penerus yang berprestasi dan mencintai Indonesia.
Sembilan Sekolah Bertanding
LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat diikuti sembilan sekolah yang lolos seleksi tingkat kabupaten/kota. Kesembilan sekolah tersebut adalah SMAN 1 Padang, SMAN 1 Sijunjung, SMAN 1 Tilatang Kamang, MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, SMAN 1 Gunung Talang, MA IT Insan Cendekia Payakumbuh, SMAN 1 Solok, SMAN 2 Bukittinggi, dan SMAN 3 Painan.
Dengan berlangsungnya LCC ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan kebangsaan, dan komitmen menjaga keutuhan NKRI. Kompetisi ini menjadi momentum penting bagi pelajar Sumatera Barat untuk meneladani semangat para pendiri bangsa.



