Kebakaran yang melanda KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, akhir pekan lalu memasuki babak penyelidikan. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan pemerintah mengusut tuntas penyebab kebakaran kapal penumpang rute Surabaya-Makassar tersebut. Penyelidikan akan dipimpin oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” kata AHY dalam keterangannya Senin (3/8/2026), dilansir dari Antara. “Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” sambungnya.
AHY menambahkan, seluruh korban kebakaran harus mendapat penanganan terbaik. Untuk itu, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama tim SAR terus melakukan evakuasi dan verifikasi data penumpang hasil penyelamatan.
“Secara umum, pertama Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, masih terus memastikan verifikasi data penumpang kapal hasil evakuasi bersama, bekerja sama dengan tim SAR, kemudian kapal-kapal patroli,” jelas AHY.
Evakuasi dan Data Terbaru Korban
Tim gabungan masih bekerja di lokasi kejadian untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan awak kapal. Berdasarkan update evakuasi yang dilaporkan sebelumnya, sebanyak 227 penumpang berhasil diselamatkan, sementara 5 orang dilaporkan meninggal dunia. Angka ini masih dapat berubah seiring dengan proses verifikasi dan pencarian yang terus dilakukan oleh Basarnas serta kapal patroli.
Kapal KMP Mutiara Sentosa 2 diketahui berlayar dari Surabaya menuju Makassar sebelum terbakar di perairan utara Sumenep. Sejumlah penumpang terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri saat api membesar. Momen dramatis itu pun terekam dan menyebar luas di media sosial.
Ketegangan Keluarga di Pelabuhan Tanjung Perak
Suasana penuh kecemasan menyelimuti ruang kedatangan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (2/8/2026). Sejumlah keluarga penumpang terus berdatangan untuk mencari kepastian nasib kerabatnya. Salah satunya Devi, warga Gresik, yang mengaku baru mengetahui kabar kebakaran dari siaran langsung di TikTok.
“Saya baru mendapat kabar dari live TikTok,” ujar Devi. Suaminya, Deni Vristiawan (39), berada di atas kapal bersama lima rekannya saat insiden terjadi. Hingga berita ini diturunkan, Devi masih menunggu kepastian terkait kondisi suaminya.
Hal serupa dialami Susilo, pemilik perusahaan ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Perak. Ia menunggu kabar salah satu pegawainya yang ikut mengawal pengiriman kuda dan kambing menggunakan kapal tersebut. “Dari pegawai yang mengirim kuda dan kambing, empat sudah dinyatakan selamat, dan satu orang belum diketahui keberadaannya,” kata Susilo.
Manifes Penumpang Disorot
Di tengah proses evakuasi, persoalan data manifes menjadi sorotan. Sejumlah penumpang diduga tidak tercantum dalam manifes resmi kapal, sehingga menyulitkan keluarga untuk mendapatkan kepastian. Sebelumnya, diberitakan bahwa lima anak tidak tercatat dalam manifes penumpang KMP Mutiara Sentosa 2.
Kementerian Perhubungan pun berupaya memverifikasi ulang seluruh data, termasuk mencocokkan manifes dengan jumlah penumpang aktual di lapangan. Verifikasi dilakukan bersama tim SAR dan pihak terkait agar tidak ada korban yang terlewatkan.
Pemerintah Perkuat SOP dan Peremajaan Armada
Menanggapi insiden ini, AHY menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam transportasi laut. Pemerintah akan memperkuat penerapan SOP, mitigasi cuaca, serta pemeriksaan kelaikan kapal secara menyeluruh. Peremajaan armada juga menjadi agenda penting untuk meningkatkan standar keselamatan.
“Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu, cuaca juga tentunya harus bisa kita mitigasi, dan selebihnya kita ingin memastikan kapal selalu dalam kondisi layak, tidak ada masalah teknis, dan semangat kita memang terus meremajakan kapal-kapal kita,” jelas AHY.
Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan seluruh armada kapal penumpang memenuhi aspek keselamatan, baik dari sisi teknis maupun prosedural, agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Pemerintah juga meminta publik bersabar menunggu hasil investigasi KNKT.



