Banjir Ganggu Operasional Transjakarta, Sejumlah Rute dan Halte Disesuaikan
PT Transjakarta terpaksa melakukan penyesuaian operasional pada sejumlah rute layanannya pada Senin pagi, 9 Maret 2026. Langkah ini diambil menyusul dampak curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta sejak Sabtu, 7 Maret 2026, yang menyebabkan genangan air dan gangguan infrastruktur di beberapa titik jalur busway.
Dampak Hujan Deras pada Layanan Bus Rapid Transit
Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, penyesuaian operasional di jam sibuk Senin pagi dilakukan demi keamanan dan kenyamanan bersama penumpang. Pada layanan Bus Rapid Transit (BRT), penyesuaian dilakukan pada rute 2A (Pulogadung 1–Rawa Buaya) dengan pengalihan rute. Meskipun genangan air mulai surut, bus belum dapat melayani pelanggan di beberapa halte karena banyaknya separator atau pembatas jalur (MCB) yang berantakan di lintasan busway.
Pengalihan rute juga diterapkan pada rute 3 (Kalideres–Monas) serta rute 3F (Kalideres–Gelora Bung Karno) akibat kendala infrastruktur serupa di jalur busway. Ayu menegaskan bahwa tim di lapangan terus berupaya melakukan percepatan perbaikan agar jalur dapat segera kembali normal.
Sejumlah Halte Sementara Tidak Melayani Penumpang
Selain pengalihan rute, beberapa halte bus untuk sementara tidak melayani pelanggan di kedua arah. Halte yang terdampak antara lain Halte Taman Kota, Halte Jembatan Gantung, Halte Pulo Nangka, dan Halte Jembatan Baru. Penutupan sementara ini diperlukan karena kondisi jalur yang tidak memungkinkan untuk operasional bus dengan aman.
Penyesuaian pada Layanan Non-BRT dan Mikrotrans
Penyesuaian operasional juga terjadi pada layanan Non-BRT dan integrasi. Rute 3E (Sentraland Cengkareng–Puri Kembangan) mengalami perpendekan rute sementara dan hanya melayani perjalanan dari Sentraland hingga Jembatan Baru. Perubahan ini dilakukan akibat adanya genangan air setinggi sekitar 50 sentimeter di Simpang Kembangan arah Sentraland yang belum dapat dilintasi armada bus.
Sementara itu, pada layanan Mikrotrans, rute JAK.50 (Kalideres–Puri Kembangan) dihentikan sementara operasinya. Penghentian ini disebabkan oleh genangan di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Raya Kresek, Jalan Palapa, lampu lalu lintas Simpang Puri Kembangan, Pasar Laris, hingga Jalan Bojong Raya.
Permohonan Maaf dan Imbauan kepada Pelanggan
Transjakarta secara resmi memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan yang dialami oleh para pelanggan akibat penyesuaian ini. Perusahaan juga mengimbau pelanggan untuk tetap berhati-hati saat bepergian serta memperbarui informasi rute secara berkala melalui aplikasi TJ: Transjakarta maupun kanal media sosial resmi Transjakarta.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2024, Transjakarta melayani 371,4 juta pelanggan dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari. Gangguan operasional seperti ini tentu berdampak signifikan terhadap mobilitas warga Jakarta yang mengandalkan layanan transportasi umum.
Kondisi banjir di Jakarta masih menjadi perhatian serius, dengan laporan bahwa banjir masih merendam 16 RT dan 2 jalan di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026. Transjakarta berkomitmen untuk memulihkan layanan secepat mungkin seiring dengan perbaikan kondisi infrastruktur dan penurunan genangan air.



