Langit Kota Mekkah pada Selasa (26/5/2026) menyuguhkan fenomena astronomi tahunan ketika matahari berada hampir tepat di atas Kabah pada pukul 12.18 waktu setempat. Fenomena ini dikenal sebagai istiwa a'zham, yakni momen ketika posisi matahari sejajar dengan Kabah sehingga bayangan benda tegak lurus hampir menghilang.
Manfaat Fenomena Istiwa A'zham
Peristiwa tersebut kerap dimanfaatkan umat Islam di berbagai negara untuk mengecek arah kiblat secara akurat. Dengan mengamati bayangan benda yang nyaris hilang, umat Islam dapat menentukan arah kiblat dengan tepat.
Penjelasan Ahli Astronomi
Direktur Jeddah Astronomy Society, Majed Abu Zahra, mengatakan matahari saat itu berada pada elevasi 89,94 derajat atau hanya terpaut 0,06 derajat dari posisi tegak lurus sempurna di atas Kabah. Kondisi ini membuat bayangan benda tegak lurus hampir tidak terlihat, memberikan kesempatan emas bagi umat Islam untuk memverifikasi arah kiblat mereka.
Fenomena istiwa a'zham terjadi dua kali setahun, yaitu pada tanggal 27-28 Mei dan 15-16 Juli, saat matahari melintas tepat di atas garis lintang Kabah. Momen ini sangat dinantikan karena memberikan akurasi tinggi dalam penentuan arah kiblat.



