Rumah Tahanan (Rutan) Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus menjaga kelestarian alam. Komitmen tersebut mengemuka di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Menumbing pada Sabtu, 18 Juli 2026. Wilayah ini dikenal bernilai historis karena menjadi tempat pengasingan para pendiri Republik Indonesia, termasuk Soekarno dan Hatta.
Tapak Tilas Perjuangan Bangsa
Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar jalan sehat, melainkan tapak tilas perjuangan pendiri bangsa. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi modal utama untuk menumbuhkan semangat kebangsaan menjelang HUT ke-81 RI. "Dahulu, para pendiri bangsa kita berjuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Hari ini, tugas sejarah kita adalah mempertahankan kemerdekaan itu bagi generasi masa depan," ujar Ferly. Ia menambahkan, nilai-nilai patriotisme para pahlawan akan diadopsi ke dalam program pembinaan kepada warga binaan. Tujuannya agar mereka memiliki rasa cinta tanah air dan siap kembali berkontribusi positif setelah bebas nanti. "Sinergi yang baik adalah modal utama kami dalam menjalankan tugas, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan memaksimalkan pembinaan warga binaan," ucap Ferly.
Ekosistem Daerah: Menjaga Flora dan Fauna
Bupati Bangka Barat, Markus, menggambarkan Bukit Menumbing sebagai benteng pertahanan ekosistem daerah yang menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik, termasuk hewan langka mentilin atau tarsius Bangka. "Bukit Menumbing ini adalah wilayah penyangga air yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Oleh karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama," terangnya. Markus optimistis, perpaduan antara pesona alam yang asri dan nilai sejarah yang magis di Bukit Menumbing mampu menjadi magnet pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) yang akan mendongkrak ekonomi daerah tanpa harus merusak alam.
Selaras dengan Asta Cita Presiden
Markus menegaskan bahwa komitmen tersebut juga selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Misi ke-2 mengenai kemandirian bangsa melalui ekonomi hijau dan ekonomi biru, serta Misi ke-5 tentang penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan alam dan budaya. Kegiatan itu turut dihadiri oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Barat, Kejaksaan Negeri Bangka Barat, Pengadilan Negeri, Badan Intelijen Negara (BIN), Rutan Muntok, serta unsur TNI-Polri.



