Iyung, Jagal Senior, Habiskan 2 Jam Asah Pisau untuk Sembelih Hewan Kurban
Iyung Habiskan 2 Jam Asah Pisau untuk Sembelih Hewan Kurban

Jakarta - Persiapan panjang dan teliti seringkali tidak diketahui banyak orang sebelum proses penyembelihan hewan kurban. Bagi Iyung (64), seorang jagal senior, ketajaman pisau merupakan faktor utama yang tidak bisa ditawar. Hal ini penting untuk memastikan penyembelihan berjalan tepat dan cepat.

Iyung, yang telah menjadi jagal hewan kurban selama 47 tahun, mengaku menyiapkan pisaunya dengan serius. Bahkan, ia rela menghabiskan waktu hingga dua jam hanya untuk mengasah pisau sembelihnya. "Diasahnya 2 jam," ujar Iyung saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Rabu (27/5/2026).

Pisau Tajam Kunci Keberhasilan

Menurut Iyung, pisau yang tajam sangat menentukan keberhasilan penyembelihan hewan kurban. Ia menilai seorang jagal tidak boleh bekerja asal-asalan, apalagi hanya bermodal keberanian tanpa memahami teknik dan peralatan. "Kalau motong itu pisaunya mesti tahu, mesti tajam. Jangan pisaunya ecek-ecek," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Iyung menjelaskan ada teknik khusus dalam mengasah pisau agar hasil sembelihan maksimal dan tidak macet saat digunakan. Ia menyebut arah urat atau alur mata pisau perlu diperhatikan. "Kalau asah pisau nih, kalau uratnya kemari-kemari, dari kanan begitu. Kalau dia begini, macet di sininya," tuturnya sambil memperagakan arah asahan.

Pisau yang digunakannya bukanlah alat sembarangan. Peralatan jagal miliknya merupakan warisan keluarga yang sudah digunakan secara turun-temurun. "Ini bapak saya," kata Iyung sambil memperlihatkan pisaunya.

Pengalaman Panjang Sejak Usia 17 Tahun

Profesi jagal bukanlah hal baru bagi Iyung. Ia mengaku sudah menekuni pekerjaan tersebut sejak usia 17 tahun. Kini, di usia 64 tahun, ia masih aktif menyembelih hewan kurban di berbagai lokasi. "Umur saya udah 64. Saya motong dari umur 17 tahun," ujarnya.

Pengalaman panjang membuat Iyung kerap dipercaya menangani penyembelihan hewan kurban, termasuk saat Idul Adha tahun ini. Sejak pagi, ia mengaku sudah berpindah-pindah lokasi dan menangani puluhan ekor sapi. "Udah pertama 8 terus 5, 7. Oh, 20-an lah ya," tuturnya.

Pesan untuk Jagal Junior

Meski sudah puluhan tahun berkecimpung sebagai jagal, Iyung mengingatkan bahwa profesi ini memiliki risiko tinggi. Karena itu, ia berpesan agar para jagal junior tidak meremehkan hewan kurban dan tetap mengutamakan kehati-hatian. "Berhati-hatilah, jangan terlalu sombong. Jangan anggap sapi itu nggak berani ngelawan kita," imbuhnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga