TasteAtlas, platform kuliner internasional, kembali merilis daftar makanan dengan aroma paling menyengat dari berbagai negara. Daftar tersebut memuat 16 makanan yang dikenal memiliki bau kuat dan masuk dalam kategori “World Stinkiest Food 2026”. Yang menarik, dua di antaranya berasal dari Indonesia.
Dua Makanan Indonesia Masuk Daftar
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, TasteAtlas mengelompokkan makanan-makanan tersebut ke dalam empat tingkat intensitas aroma, yakni extreme (ekstrem), very high (sangat tinggi), medium-high (cukup tinggi), dan moderately strong (sedang). Dua makanan Indonesia yang masuk daftar ini masing-masing berada pada kategori aroma berbeda.
Meski demikian, TasteAtlas tidak merinci secara spesifik nama kedua makanan Indonesia tersebut dalam unggahan yang sama. Namun, berdasarkan daftar yang beredar, salah satu yang paling dikenal adalah petai (pete) yang sering disebut memiliki aroma sangat kuat, serta jengkol yang juga terkenal dengan baunya yang khas.
Kategori Aroma dalam Daftar
Dalam daftar tersebut, makanan dengan aroma ekstrem biasanya berasal dari bahan fermentasi atau mengandung senyawa sulfur tinggi. Contohnya adalah ikan fermentasi khas Skandinavia, surströmming, yang selalu menjadi langganan dalam daftar ini. Sementara kategori very high diisi oleh makanan seperti durian, yang meski populer di Asia Tenggara, baunya kerap menuai kontroversi.
Untuk kategori medium-high, biasanya diisi oleh makanan seperti keju tua atau saus fermentasi. Sedangkan kategori moderately strong mencakup makanan yang baunya masih bisa ditoleransi sebagian orang, seperti bawang putih hitam atau beberapa jenis acar.
Dampak dan Respons Publik
Pengumuman ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet, terutama dari Indonesia. Banyak yang merasa bangga karena makanan khas Nusantara diakui secara global, meski dalam kategori aroma yang menyengat. Sebagian lain justru bercanda bahwa daftar ini menjadi pengingat betapa beragamnya kuliner Indonesia.
Menurut data dari TasteAtlas, popularitas makanan dengan aroma kuat memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan tren kuliner petualang. Hal ini juga didukung oleh banyaknya konten kreator yang mengulas makanan-makanan tersebut di media sosial.
Bagi Indonesia, masuknya dua makanan dalam daftar ini bisa menjadi peluang untuk mempromosikan kuliner lokal ke kancah internasional. Dengan pendekatan yang tepat, aroma yang menyengat justru bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan kuliner.



