Menguak Asal-usul Nama Gondrong di Tangerang, dari Pohon hingga Sosok Misterius
Asal-usul Nama Gondrong di Tangerang: dari Pohon hingga Sosok Misterius

Kelurahan Gondrong di Cipondoh, Tangerang, Banten, memiliki nama yang unik dan mengundang tanya. Banyak yang mengira nama tersebut berkaitan dengan rambut gondrong, namun ternyata ada beragam kisah di balik penamaannya. Berdasarkan keterangan pemerintah setempat dan cerita warga, nama Gondrong muncul dari beberapa versi yang berbeda, mulai dari pohon rimbun hingga sosok misterius yang sering mondar-mandir.

Pohon Jambu Cingcalo dan Sosok Berambut Gondrong

Lurah Gondrong, Muhlis Cahyadi, saat ditemui di kantornya, Selasa (4/8/2026), mengungkapkan bahwa ada dua cerita yang paling sering beredar di masyarakat. Pertama, nama Gondrong berasal dari banyaknya pohon jambu cingcalo yang ditanam di wilayah tersebut. Daun pohon ini sangat rimbun, sehingga disebut gondrong. Kedua, nama ini dikaitkan dengan seorang tokoh yang berambut gondrong dan sering hilir mudik di kawasan itu.

"(Yang paling sering beredar di masyarakat) pohon jambu itu, pohon jambu cingcalo yang rindang, seperti itu. Sama tokoh yang sering apa, keliling yang berambut gondrong," ujar Muhlis kepada detikcom.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kisah Sosok 'Pak Gondrong' yang Mondar-mandir

Ketua RT 02, RW 02 Gondrong, Hasan Basri (69), menceritakan kisah sosok pria berambut gondrong yang sering mondar-mandir di wilayah tersebut. Menurut Hasan, sosok ini selalu disapa oleh warga ketika berjalan, dan jawabannya kerap menjadi penanda wilayah seperti Gondrong Seberang dan Gondrong Udik.

"Memang kalau kita dengar rada ada aneh. Ya kalau gondrong itu kan rambut. Rambut dari orang laki-laki. Jadi Gondrong ini adalah merupakan sosok dari seorang laki-laki yang sering mondar-mandir, ngalor-ngetan, ngidul-ngulon. Jadi banyak yang menyapa, 'Pak Gondrong ini, mau ke mana Pak Gondrong ya?', 'Saya mau ke Utan Kenanga', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke Udik', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke Petir', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke seberang'," ungkap Hasan.

Hasan menambahkan bahwa sosok 'Pak Gondrong' ini adalah orang yang baik dan membekas di masyarakat. Nama-nama subwilayah seperti Gondrong Udik dan Gondrong Seberang pun diyakini berasal dari jawaban sosok tersebut saat ditanya warga.

Legenda Mat Item dan Peta Kolonial

Selain dua versi tersebut, ada juga yang mengaitkan nama Gondrong dengan tokoh Haji Mohammad Item atau Mat Item, yang konon memiliki rambut gondrong. Namun, Muhlis mengatakan bahwa asal-usul yang paling sering beredar adalah dari pohon jambu cingcalo dan sosok berambut gondrong.

Hasan Basri juga menuturkan bahwa nama Gondrong sudah ada sejak era kolonial Belanda. Ia sempat melihat peta buatan Belanda pada abad ke-19 yang sudah mencantumkan nama Gondrong. Hal ini membuatnya lebih yakin bahwa asal-usul nama tersebut berasal dari sosok 'Pak Gondrong', bukan dari Mat Item yang menurutnya baru muncul setelah kemerdekaan.

"Mat Item itu kan setelah merdeka. Setelah merdeka, baru datang kemari," katanya.

Warga Berkelakar dengan Julukan 'Al-Gondrongi'

Keunikan nama Gondrong juga melahirkan kelakar di kalangan warganya. Ibnu (44), yang sudah 15 tahun tinggal di Gondrong, mengaku dijuluki 'Ibnu Al-Gondrongi' oleh teman kerjanya yang alumni pesantren.

"Dari teman kerja dulu ada, si teman saya ini kan alumni pesantren lah. Akhirnya saya dipanggil 'Ibnu Al-Gondrongi' sama dia gara-gara tahu saya tinggal di Gondrong. Itu lucu sih," kata Ibnu.

Ia mengaku betah tinggal di Gondrong karena dekat dengan Jakarta dan warganya baik-baik. "Enaklah, dekat sama Jakarta juga kan. Orang sini juga baik-baik," ujarnya.

Warga lain, Ichwan (53), juga mendapatkan pengalaman lucu. Saat bekerja di Jakarta Barat, rekan-rekannya sempat tidak percaya bahwa ia tinggal di kelurahan bernama Gondrong. Bahkan, ada rekan yang menyimpan kontaknya dengan nama 'Bang Ichwan Gondrong'.

"Langsung tuh pada ketawa-tawa karena nggak percaya tapi ternyata ada gitu kan. Terus juga yang jadi simpan nomor saya 'Bang Ichwan Gondrong', padahal rambut nggak gondrong gitu kan. Tapi kan akhirnya jadi pada tahu, gitu," cerita Ichwan.

Meski namanya unik, Ichwan merasa bangga karena kampungnya mudah diingat orang. "Ya bangga lah saya bisa ngenalin kampung saya ke teman-teman itu akhirnya pada tahu. Meskipun namanya unik gitu kan, yang penting orang jadi tahu kampung kita," pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga