Warga di Pancoran Mas, Kota Depok, digegerkan dengan penemuan jasad manusia tanpa kaki di sebuah lahan kosong pada Selasa (4/8). Diduga kuat, korban merupakan korban mutilasi. Polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan dan evakuasi jenazah ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan forensik.
Kronologi Penemuan Mayat
Penemuan berawal ketika seorang saksi bernama Herni (H) melihat sebuah karung tergeletak di lokasi pada Jumat (24/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Herni mengira karung tersebut hanya berisi sampah, sehingga tidak menaruh curiga. Ia kemudian memberi tahu adiknya, Muhammad Rizkywan (MR), tentang keberadaan karung tersebut.
Pada Selasa (4/8) sekitar pukul 15.30 WIB, Rizkywan berniat membakar karung yang diduga berisi sampah itu. Namun, saat karung mulai terbakar dan meleleh, ia justru melihat bagian tubuh manusia di dalamnya. Rizkywan pun segera melaporkan temuannya kepada Bhabinkamtibmas setempat.
Olah TKP dan Identifikasi Awal
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan kejadian tersebut. "Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas," ujar Budi kepada wartawan, Selasa (4/8).
Mendapat laporan, personel Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, ditemukan bahwa korban dalam kondisi tanpa busana, kedua tangan terikat kain putih, kedua kaki hilang mulai dari pangkal paha, serta terdapat luka terbuka di leher. Jenazah dimasukkan ke dalam karung beras yang dibungkus plastik hitam.
Evakuasi dan Penyelidikan Lebih Lanjut
Tim Inafis Polres Metro Depok melakukan identifikasi awal di lokasi. Selanjutnya, jasad dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut guna mengungkap penyebab kematian dan identitas korban.
Polisi masih mendalami kasus ini dan belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pelaku atau motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan proses penyelidikan kepada pihak berwenang.



