Trotoar di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, yang dibangun dengan anggaran Rp 9,7 miliar pada 2023-2025, amblas sebelum genap setahun digunakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kini menggelontorkan dana lebih dari Rp 1 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memperbaiki trotoar tersebut.
Kronologi dan Penyebab Amblasnya Trotoar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menjelaskan bahwa trotoar ini merupakan bagian dari proyek penataan Kali Cabang Tengah. Proyek tersebut dikerjakan dalam dua tahap: tahap pertama pada 2023 dan tahap kedua pada Februari 2025, dengan total anggaran Rp 9,7 miliar. Longsor yang terjadi menyebabkan material turap menutupi aliran Kali Cabang Tengah, sehingga perlu segera ditangani agar tidak mengganggu fungsi saluran dan memicu dampak yang lebih luas.
Menurut Yodi, titik longsor memiliki panjang sekitar 60 meter dengan tinggi mencapai 3 meter. Saat ini, DPUPR Depok tengah menyelesaikan tahapan administrasi agar pekerjaan perbaikan dapat segera dimulai sesuai jadwal. "Perbaikan trotoar yang longsor dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 menggunakan dana BTT lebih dari Rp 1 miliar," ujarnya, seperti dikutip dari situs Pemkot Depok, Selasa (4/8/2026).
Kondisi di Lapangan dan Kekhawatiran Warga
Pantauan detikcom di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, Minggu (2/8), menunjukkan trotoar yang amblas berada di sebelah kiri jalur menuju Jalan Margonda Raya, menyambung dengan Taman Secawan. Trotoar tersebut amblas ke sungai dan telah ditutupi terpal biru, serta diberi pembatas kayu, traffic cone, dan garis kuning agar tidak digunakan pejalan kaki.
Seorang warga bernama Hendra mengaku kaget melihat trotoar itu amblas. Ia sempat mengira trotoar tersebut belum selesai dibangun. "Ya saya kaget aja sih, kalau sampai trotoar ini ambles. Saya nyangkanya itu belum selesai. Ternyata dapet informasi dari warga sekitar ini ambles. Ini dananya lumayan loh, Rp 9,7 miliar sampai ambles kayak gitu kan berarti ada something gitu loh yang nggak bisa diungkapkan," ujar Hendra di sekitar lokasi.
Hendra berharap trotoar itu segera diperbaiki dan mengingatkan bahwa kondisi ini membahayakan pengguna jalan. "Ya (perbaiki). Ya percuma sih kalau diperbaiki tanpa pengawasan. (Pengawasan) anggaran dan bahan konstruksinya. Ini belum ada setahun loh. Ya banget (bahaya). Ini terutama karena di pinggir jalan ya, takutnya kan ambles ke bawah, nanti malah pengguna jalan yang memakan korban," tegasnya.
Respons Pemkot Depok dan Langkah Perbaikan
Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan mekanisme penganggaran untuk perbaikan trotoar tersebut. Ia menjelaskan bahwa dana perbaikan tidak masuk dalam APBD murni 2026, melainkan melalui mekanisme BTT. "Jadi pertama saya sampaikan ini sudah dalam proses kita gunakan dana BTT (belanja tidak terduga). Mohon maaf kalau mungkin banyak informasi dianggap tidak langsung merespons karena memang mekanisme penganggaran tetap tidak harus bisa langsung merespons," ujar Supian kepada wartawan, Selasa (4/8).
Ia menambahkan, "Ini tidak masuk di dalam APBD murni 2026. Kita tidak tahu ada musibah ini, sehingga kita harus melalui mekanisme BTT, Belanja Tidak Terduga. Dan Insyaallah dalam waktu dekat di awal Agustus ini sudah dilakukan perbaikan."
Dampak dan Harapan ke Depan
Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas konstruksi dan pengawasan proyek infrastruktur di Depok. Warga berharap perbaikan dilakukan dengan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang. Sementara itu, DPUPR Depok berkomitmen untuk segera menyelesaikan perbaikan. "Mudah-mudahan progresnya berjalan sesuai rencana dan perbaikan bisa segera kami lakukan. Kami mohon warga bersabar," tutup Yodi.



