Kisah 'Pak Gondrong' Mondar-mandir yang Jadi Nama Kelurahan di Tangerang
Kisah 'Pak Gondrong' Mondar-mandir yang Jadi Nama Kelurahan

Kelurahan Gondrong di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, menyimpan kisah unik di balik namanya. Menurut Ketua RT 02 RW 02 Gondrong, Hasan Basri (69), nama tersebut berasal dari seorang pria berambut gondrong yang sering mondar-mandir di kawasan itu dan selalu disapa oleh warga.

Kisah 'Pak Gondrong' yang Membekas

Hasan menuturkan, sosok pria itu sering terlihat berjalan hilir-mudik, dari utara ke selatan, dan dari timur ke barat. Warga yang berpapasan selalu menyapanya, "Pak Gondrong, mau ke mana?" dan pria itu menjawab dengan menyebut tujuan seperti Utan Kenanga, Udik, Petir, atau seberang.

"Memang kalau kita dengar rada ada aneh. Ya kalau gondrong itu kan rambut. Rambut dari orang laki-laki. Jadi Gondrong ini adalah merupakan sosok dari seorang laki-laki yang sering mondar-mandir, ngalor-ngetan, ngidul-ngulon. Jadi banyak yang menyapa, 'Pak Gondrong ini, mau ke mana Pak Gondrong ya?', 'Saya mau ke Utan Kenanga', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke Udik', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke Petir', 'Mau ke mana Pak Gondrong?', 'Saya mau ke seberang'," ungkap Hasan saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (4/8/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sosok 'Pak Gondrong' digambarkan sebagai pribadi yang baik dan membekas di ingatan masyarakat. "Betul, membekas seperti itu. Nah, Pak Gondrong itu orang baik, kita tidak tahu. Pokoknya dia sering hilir mudik seperti itu. Sering hilir mudik, selalu disapa sama penduduk yang dia lewati kalau ketemu," katanya.

Nama Gondrong Menyebar ke Wilayah Sekitar

Menurut Hasan, kebiasaan 'Pak Gondrong' yang menyebut tujuannya saat disapa kemudian menjadi nama wilayah di dalam Kelurahan Gondrong, seperti Gondrong Udik, Gondrong Seberang, dan Gondrong Utan Kenanga.

"'Mau ke seberang.' Nah jadilah Gondrong Seberang. 'Mau ke mana Pak Gondrong?' 'Mau ke Utan Kenanga.' Jadilah Gondrong Utan Kenanga. 'Mau ke mana Pak Gondrong?' Barangkali dia dari arah hilir, dari arah Utara. 'Mau ke Udik.' Berarti dia ajak Gondrong Udik," jelasnya.

Bukti dari Peta Kolonial

Hasan mengungkapkan bahwa nama Gondrong sudah tercantum dalam peta yang dibuat Belanda pada abad ke-19. "Iya (dari abad ke-19), saya menurut namanya peta yang pernah saya lihat itu sudah ada. Iya, sudah ada," ceritanya.

Hal ini memperkuat keyakinannya bahwa asal-usul nama Gondrong berasal dari sosok 'Pak Gondrong'. Hasan juga menyebut adanya versi lain, yaitu legenda Betawi Mat Item, namun menurutnya cerita itu muncul setelah kemerdekaan. "Mat Item itu kan setelah merdeka. Setelah merdeka, baru datang kemari," katanya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga