Sebanyak 140 mahasiswa dari 13 negara berpartisipasi dalam UMN Sustainability Immersion Program (SIP) 2026, sebuah program tahunan yang menggabungkan pembelajaran isu keberlanjutan dengan pengenalan keragaman budaya Indonesia. Program yang digelar pada 20-27 Juli 2026 ini ditutup secara resmi oleh Rektor UMN Andrey Andoko di Function Hall UMN.
Program Imersi Keberlanjutan dan Budaya
UMN SIP 2026 merupakan program internasional yang diselenggarakan secara luring selama sepekan di kampus UMN. Dalam sambutan penutupan, Rektor UMN Andrey Andoko menyatakan kebanggaannya atas partisipasi 140 mahasiswa internasional. "Saya merasa bangga dan senang program UMN SIP 2026 bisa melibatkan 140 mahasiswa internasional. Dalam program ini mahasiswa tidak hanya mempelajari keberlanjutan, tapi juga memberikan pengalaman nyata di kelas, maupun di luar kelas. Lebih dari itu, para mahasiswa juga semakin mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia," ucapnya pada Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Andrey, keterlibatan mahasiswa dalam program ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga tentang manusia. Melalui interaksi lintas budaya dan perspektif, para mahasiswa belajar memahami perbedaan yang dapat saling melengkapi. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat membekali para mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang turut berkontribusi dalam mewujudkan dunia yang berkelanjutan. "Saya harap lewat kegiatan ini mahasiswa mendapatkan berbagai pengalaman dan teman-teman baru dari berbagai negara. Lebih dari itu, saya harap segala pengetahuan baru yang didapatkan bisa diimplementasikan pada masing-masing negara nantinya serta memahami bahwa masa depan keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama," tutupnya.
Kolaborasi Global dan Keberagaman Budaya
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi Friska Natalia menekankan pentingnya interaksi yang terbangun selama program. "Lewat UMN SIP 2026, kita tidak hanya memahami antarbudaya, tetapi juga melihat secara langsung demonstrasi kolaborasi global. Hal ini menjadi penting untuk membekali generasi muda yang nantinya akan melanjutkan masa depan dunia. Saya harap para mahasiswa mendapatkan berbagai pengetahuan baru yang bisa dibawa kembali ke negara mereka," papar Friska. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa serta perguruan tinggi yang telah mendukung program ini, dan berharap UMN SIP 2026 dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama di masa depan.
Rangkaian Kegiatan Selama Sepekan
Kegiatan dimulai pada Senin, 20 Juli 2026, dengan pembukaan di Function Hall UMN yang disambut langsung oleh Rektor Andrey Andoko. Pada hari yang sama, mahasiswa diperkenalkan dengan budaya Indonesia melalui sesi Indonesian Culture and Language oleh Tim Humaniora UMN, yang mencakup sejarah, tradisi, hingga permainan tradisional. Selain itu, mereka mengikuti Workshop bersama Skystar Ventures UMN bertajuk "Startup Ideation".
Salah satu peserta, Basl Mohamed Osman Mohamed Abas dari Nottingham Trent University, Inggris, mengungkapkan kesannya. "Senang rasanya bisa mengikuti kegiatan UMN SIP 2026, di hari pertama saya disambut dengan hangat, serta berkesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai negara. Walau ini menjadi kegiatan pertama, namun saya merasa sudah mendapatkan banyak pengetahuan baru terutama tentang keberlanjutan," ujarnya. Basl merekomendasikan kegiatan ini untuk diikuti oleh lebih banyak mahasiswa internasional lainnya.
Selanjutnya, para mahasiswa mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Desa Bandung untuk mengenal langsung keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Mereka juga mengikuti kelas dan workshop dari empat fakultas di UMN dengan topik-topik yang relevan dengan tema keberlanjutan.
Pertunjukan Budaya dari Berbagai Negara
Menutup rangkaian kegiatan, para mahasiswa menampilkan kebudayaan dari negara masing-masing dalam sebuah pertunjukan budaya. Mereka berbagi tradisi dan kebudayaan asal, sekaligus merayakan keberagaman yang menjadi inti pengalaman program. Mahasiswi dari Abu Dhabi University, Uni Emirat Arab, Laila Rageh Hassanain, mengaku sangat terkesan. "UMN SIP 2026 merupakan program yang sangat baik. Saya sendiri tidak hanya mengenal tentang kebudayaan Indonesia tapi juga berkesempatan untuk melihat berbagai kebudayaan lainnya yang dibawakan oleh masing-masing negara, dan saya juga bisa dengan bangga mengenalkan kebudayaan negara saya," jelasnya. Laila menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi kenangan pembelajaran yang berkesan, dan UMN berhasil menciptakan program yang istimewa.
Melalui program ini, UMN berharap para mahasiswa tidak hanya memahami isu keberlanjutan secara teoretis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam kolaborasi lintas budaya. Dengan demikian, mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai keberlanjutan ke negara masing-masing.



