Gubernur Kalteng Resmikan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak
Gubernur Kalteng Resmikan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran secara resmi memulai pembangunan Huma Betang dengan memancangkan tiang pertama di kawasan eks Kantor Dinas Kehutanan Kalteng, Palangka Raya, pada Kamis (23/7). Langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian budaya Dayak serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Simbol Filosofi Hidup Masyarakat Kalteng

Agustiar menegaskan bahwa Huma Betang bukan sekadar bangunan fisik yang merepresentasikan rumah adat Dayak, melainkan juga simbol filosofi hidup masyarakat Kalimantan Tengah. Bangunan ini mencerminkan semangat kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan toleransi yang menjadi inti dari kehidupan sosial masyarakat setempat. "Pembangunan Huma Betang ini merupakan upaya kita memperkuat identitas budaya Dayak, sekaligus melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalteng," ujar Sabran dalam sambutannya. Ia menambahkan, "Huma Betang harus menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat, tempat bertemunya budaya, persatuan, dan semangat membangun daerah."

Spesifikasi Bangunan dan Material

Huma Betang akan dibangun di atas lahan seluas 80 x 170 meter dengan kapasitas lebih dari 10 ribu orang. Fasilitas yang disiapkan meliputi museum, galeri, mess kontingen, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Sekitar 90 persen material bangunan akan menggunakan kayu ulin, kayu khas Kalimantan yang dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem maupun serangan rayap. Pemilihan kayu ulin ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian material tradisional yang ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika tinggi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tahapan Pembangunan dan Target Rampung

Pembangunan Huma Betang dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada tahun 2027. Bangunan ini mengusung konsep rumah panggung yang merepresentasikan karakteristik budaya Kalimantan Tengah. Konsep rumah panggung dipilih karena sesuai dengan kondisi geografis daerah yang sering digenangi air serta sebagai bentuk adaptasi arsitektur tradisional. "Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan akuntabel. Tak hanya jadi ikon Kalteng, Huma Betang menjadi ikon budaya Indonesia baik nasional maupun internasional," tegas Sabran. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk mengawal proyek ini agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan menjadi destinasi wisata budaya yang mendunia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga