Presiden Iran Tegaskan Tak Ingin Perang Meluas
Presiden Iran: Tak Ingin Perang Meluas

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran akan mempertahankan wilayahnya, namun tidak berniat melanjutkan atau memperluas perang. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari lalu.

Pernyataan Pezeshkian Soal Perang

Dalam wawancara dengan media pemerintah Iran yang dilansir Iran Internasional pada Selasa (4/8/2026), Pezeshkian menyebut konflik sebagai penyakit yang muncul di berbagai level, baik di area sekitar, kota, negara, maupun antar negara. Ia menegaskan, "Kami akan mempertahankan perbatasan kami, namun kami tidak berniat memperluas perang ataupun melanjutkannya."

Pezeshkian juga mengaitkan keamanan nasional Iran dengan kohesi domestik. Ia berargumen bahwa mengatasi perpecahan internal dapat membantu mencegah campur tangan asing. "Di tengah situasi ini, kita harus berupaya membangun masyarakat yang sehat, agar musuh tidak tergoda untuk menyusup, merusak tatanan sosial kita, dan menghancurkannya," cetusnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bantahan Isu Mundur

Dalam cuplikan wawancara terpisah dengan televisi pemerintah Iran, Pezeshkian membantah laporan yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri. Ia berjanji tetap menjabat sebagai Presiden Iran. "Kami berkoordinasi sepenuhnya dengan pasukan militer. Saya tidak akan mundur, dan saya akan tetap teguh," ujarnya. "Jika saya mundur, saya akan mengumumkannya secara resmi," imbuhnya.

Bantahan ini muncul setelah pernyataan ulama senior Iran, Mohammed-Bagher Kharrazi, yang mengungkapkan informasi dari lingkaran dalam bahwa Pezeshkian telah mengancam akan mundur "sebanyak 28 kali". Laporan Iran Internasional pada Mei lalu bahkan menyebutkan Pezeshkian telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Alasan mundur disebut karena pemerintahannya tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting dan kelompok garis keras telah mengambil alih kendali pemerintahan. Otoritas Iran saat itu membantah adanya surat pengunduran diri tersebut.

Konflik Iran dengan AS dan Israel

Iran terlibat perang dengan AS dan Israel sejak akhir Februari. Pertempuran sempat terhenti saat gencatan senjata awal disepakati pada April lalu, namun kembali memanas dan berkobar. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer AS terhadap Iran yang akan dilancarkan bersama Israel. Trump mengklaim dirinya "diminta oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya" untuk menunda serangan.

Namun, Teheran membantah telah meminta Trump membatalkan rencana serangan. Iran juga membantah klaim Trump soal negosiasi yang sedang berlangsung. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan dalam konferensi pers, "Kami tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat."

Ketegangan ini menunjukkan situasi yang rapuh di kawasan Timur Tengah, dengan Iran berusaha menunjukkan ketahanan namun tetap membuka ruang untuk de-eskalasi. Pernyataan Pezeshkian yang menekankan pertahanan tanpa perluasan perang menjadi sinyal penting bagi komunitas internasional.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga