Polisi Olah TKP Klinik Mordent, Sutrimo Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa
Polisi Olah TKP Klinik Mordent, Sutrimo Tewas

Puslabfor Polri menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (27/7/2026). Klinik tersebut merupakan lokasi ditemukannya seorang pria bernama Sutrimo, yang kemudian dinyatakan tewas. Petugas mulai membuka pagar klinik dan garis polisi pukul 13.10 WIB, dengan mengenakan masker, sarung tangan, serta rompi bertuliskan "Labfor".

Proses Olah TKP dan Temuan Awal

Setelah membuka pintu, petugas memasuki klinik sambil membawa peralatan penunjang olah TKP. Beberapa personel lain terlihat membawa kamera untuk mendokumentasikan setiap sudut lokasi. Berdasarkan informasi yang beredar, korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa. Korban disebut-sebut merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait identitas pasti korban.

Pernyataan Resmi Polda Metro Jaya

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Masih didalami," ujarnya kepada wartawan, Minggu (26/7). Budi menjelaskan bahwa korban ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7) dan kemudian dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata Budi.

Langkah Penyelidikan Lebih Lanjut

Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan terus melakukan penyelidikan. Polisi telah meminta keterangan dari pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, polisi juga mendalami riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta berbagai informasi terkait lainnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian Sutrimo. Polisi masih menunggu hasil autopsi dan olah TKP dari Puslabfor. Kasus ini menjadi perhatian publik karena keterkaitan korban dengan mantan pejabat Kejagung. Masyarakat di sekitar Kebayoran Baru juga masih bertanya-tanya tentang kejadian tragis ini.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan yang transparan. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur untuk mengungkap fakta di balik kematian Sutrimo.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga