Anjing Portuguese Podengo Curi Perhatian di Film The Odyssey Nolan
Anjing Portuguese Podengo Curi Perhatian di The Odyssey

Film epik terbaru garapan sutradara legendaris Christopher Nolan, The Odyssey, tidak hanya menjadi panggung bagi jajaran bintang papan atas Hollywood seperti Matt Damon, Zendaya, hingga Tom Holland. Seekor pemeran berkaki empat yang memerankan karakter Argos justru berhasil mencuri perhatian publik dan meluluhkan hati para penyayang anjing di seluruh dunia.

Peran Argos dalam The Odyssey

Dalam film The Odyssey, karakter Argos adalah anjing setia milik Odysseus, pahlawan Yunani yang berpetualang pulang setelah Perang Troya. Dalam mitologi, Argos dikenal sebagai satu-satunya makhluk yang mengenali Odysseus saat ia kembali ke Ithaka dalam penyamaran. Nolan menghadirkan kembali momen emosional tersebut dengan menunjuk seekor anjing ras Portuguese Podengo sebagai pemeran Argos. Ras ini dipilih karena kemampuannya menunjukkan ekspresi wajah yang dalam dan kesetiaan yang alami, selaras dengan karakter mitologisnya.

Mengenal Portuguese Podengo

Portuguese Podengo adalah ras anjing pemburu asal Portugal yang telah ada sejak ribuan tahun lalu. Anjing ini dikenal dengan tubuh ramping, telinga tegak, dan bulu pendek atau panjang tergantung varietasnya. Terdapat tiga ukuran: kecil (Pequeno), sedang (Médio), dan besar (Grande), yang masing-masing digunakan untuk berburu hewan berbeda, dari kelinci hingga babi hutan. Dalam film, digunakan varian sedang, yang memiliki keseimbangan antara kelincahan dan ketangguhan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Yang membuat Portuguese Podengo istimewa adalah kesetiaannya yang luar biasa terhadap pemiliknya. Trah ini sangat cerdas, waspada, dan memiliki naluri melindungi yang kuat. Di Portugal, mereka sering dijadikan anjing penjaga dan pendamping berburu. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuatnya cocok untuk berbagai kondisi, termasuk lingkungan perkotaan.

Jejak Sejarah Portuguese Podengo

Sejarah Portuguese Podengo membentang hingga ke zaman Fenisia dan Romawi kuno. Dipercaya bahwa ras ini berasal dari anjing pemburu Timur Tengah yang dibawa oleh pedagang Fenisia ke Semenanjung Iberia sekitar 1000 SM. Kemudian, bangsa Romawi mengembangkan ras ini untuk berburu di hutan Portugal. Jejak arkeologis menunjukkan adanya anjing serupa pada mozaik Romawi, menjadikannya salah satu ras anjing tertua di Eropa.

Pada abad ke-15, penjelajah Portugis membawa anjing ini ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke Brasil dan Afrika, yang memengaruhi pengembangan ras lokal. Saat ini, Portuguese Podengo masih digunakan untuk berburu di pedesaan Portugal, tetapi semakin populer sebagai anjing keluarga di seluruh dunia karena sifatnya yang ramah dan mudah dilatih.

Kemunculan Portuguese Podengo dalam The Odyssey karya Nolan memberikan sorotan global pada ras yang relatif jarang dikenal di luar Portugal. Banyak penonton yang penasaran dan mencari informasi lebih lanjut tentang trah ini, bahkan beberapa organisasi penyelamat anjing melaporkan peningkatan minat adopsi. Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa Portuguese Podengo memerlukan latihan fisik dan stimulasi mental yang memadai, sehingga calon pemilik harus siap memberikan waktu dan perhatian ekstra.

Film The Odyssey sendiri dijadwalkan rilis pada 2025 dan menjadi salah satu proyek paling ambisius Nolan. Dengan menggabungkan mitologi klasik, teknologi sinematik mutakhir, dan penampilan memukau dari para aktor serta hewan, film ini diprediksi akan menjadi fenomena budaya. Namun, untuk saat ini, bintang sesungguhnya adalah Argos—atau lebih tepatnya, sang Portuguese Podengo yang berhasil mencuri hati penonton di seluruh dunia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga