Gubernur Krasnodar, Venyamin Kondratyev, mengonfirmasi bahwa sedikitnya tiga orang tewas di desa Arkhipo-Osipovka, sebuah permukiman resor di pesisir Laut Hitam, akibat serangan drone Ukraina. Kondratyev menyampaikan bahwa kematian itu disebabkan oleh 'jatuhnya puing UAV (drone)'. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui akun Telegram resminya, seperti dikutip oleh AFP pada Senin (3/8/2026).
Kondratyev juga melaporkan bahwa sekitar 13 orang lainnya, termasuk anak-anak, menderita luka-luka. Ia menegaskan bahwa serangan-serangan itu secara khusus 'menargetkan infrastruktur sipil' di wilayahnya. Desa Arkhipo-Osipovka sendiri adalah salah satu kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi pada musim panas, sehingga serangan pada hari ini mengejutkan banyak pihak.
Serangan Kedua Menghantam Krimea
Pada waktu yang hampir bersamaan, gelombang serangan Ukraina lainnya dilaporkan melanda wilayah Krimea, semenanjung yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada tahun 2014. Gubernur yang ditunjuk Moskow untuk Krimea, Sergey Aksyonov, menyatakan bahwa sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan tersebut. Namun, Aksyonov tidak menyebutkan lokasi pasti maupun identitas korban jiwa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Ukraina mengenai klaim tersebut. Ukraina kerap tidak mengonfirmasi operasi di wilayah Rusia, meskipun serangan drone terus berlanjut. Dalam beberapa waktu terakhir, Ukraina dilaporkan meluncurkan ratusan drone ke wilayah Rusia hampir setiap malam sebagai bentuk balasan atas serangan Rusia yang melibatkan puluhan rudal dan ratusan drone ke kota-kota Ukraina.
Rentetan serangan tersebut menjadikan dua area yang sama-sama berada di sekitar Laut Hitam sebagai sasaran. Lokasi pertama, Arkhipo-Osipovka, berada di kawasan Krasnodar yang dikenal memiliki garis pantai panjang. Lokasi kedua, Krimea, merupakan wilayah yang dianeksasi Moskow. Kedua tempat itu selama ini menjadi pilihan utama wisatawan Rusia untuk berlibur di musim panas.
Berikut ringkasan korban yang disampaikan pejabat setempat:
- Arkhipo-Osipovka (Krasnodar): 3 orang tewas, 13 orang luka-luka termasuk anak-anak
- Krimea: 3 orang tewas
- Total korban tewas: 6 orang
Jumlah korban tersebut merupakan laporan awal dan bisa berubah seiring proses verifikasi di lapangan. Belum jelas apakah masih ada korban lain yang belum teridentifikasi. Para gubernur setempat juga belum memberikan rincian mengenai kerusakan infrastruktur sipil akibat serangan drone tersebut.
Intensifikasi Serangan ke Krimea
Krimea memiliki arti penting bagi kedua belah pihak. Bagi Rusia, semenanjung itu menjadi salah satu wilayah yang dianeksasi dan dianggap sebagai bagian dari Rusia. Bagi Ukraina, Krimea adalah wilayah yang diduduki secara ilegal. Sejak awal musim panas, Kyiv telah meningkatkan serangan balasan terhadap Krimea, dan serangan-serangan itu telah mengganggu pasokan listrik serta bahan bakar di semenanjung tersebut.
Gangguan pasokan ini menimbulkan kesulitan bagi warga sipil Krimea. Selain itu, dari wilayah Krimea, Rusia secara teratur meluncurkan serangan terhadap target-target di Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv. Oleh karena itu, Ukraina menganggap Krimea sebagai sasaran penting untuk melemahkan kemampuan militer Rusia.
Konflik yang Telah Berlangsung Lebih dari Empat Tahun
Perang Rusia-Ukraina telah berlangsung lebih dari empat tahun. Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022, dan sejak itu konflik tidak pernah mereda. Kedua pihak saling melancarkan serangan udara, rudal, dan drone. Rusia menyerang kota-kota Ukraina dengan rudal jelajah dan drone, sementara Ukraina mengandalkan drone jarak jauh untuk menyerang wilayah Rusia.
Serangan terbaru yang menewaskan enam orang ini menunjukkan eskalasi yang terus berlanjut. Dua lokasi yang menjadi sasaran adalah destinasi liburan musim panas yang populer. Korban jiwa dan luka-luka dari serangan kali ini mayoritas adalah warga sipil. Sampai berita ini diterbitkan, tidak ada keterangan resmi dari pihak Ukraina tentang tujuan serangan atau jumlah persenjataan yang digunakan.



