Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa seluruh rangkaian pengamanan di pusat-pusat ekonomi nasional tetap berjalan. Salah satu tujuan utamanya adalah menjaga kepercayaan publik terhadap keamanan kawasan usaha di tengah beragam kekhawatiran yang muncul di media sosial.
“Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Isir dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).
Patroli dan Koordinasi di Seluruh Wilayah
Dia menjelaskan langkah antisipasi itu melibatkan seluruh satuan kewilayahan, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres, hingga Polsek. Kawasan yang menjadi fokus adalah lokasi strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha dilakukan untuk memastikan setiap potensi gangguan dapat dideteksi dini. Polri juga mengaktifkan patroli siber untuk memantau penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Data DORS Menunjukkan Situasi Terkendali
Selain patroli fisik, Polri memanfaatkan Daily Operational Reporting System (DORS) untuk memantau situasi secara real time. Sistem ini memungkinkan satuan kewilayahan melaporkan kondisi keamanan dari lapangan secara cepat.
“Data yang kami peroleh melalui DORS menunjukkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini masih terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional. Seluruh personel di lapangan juga terus melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara maksimal,” tutur Isir.
Pengamanan Ekstra Pengelola Mal Dianggap Wajar
Terkait peningkatan pengamanan oleh pihak pengelola kawasan usaha, Isir menilai hal itu sebagai langkah antisipasi yang lazim. Langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan pekerja, melindungi aset perusahaan, dan menjaga kelancaran operasional bisnis.
Meski demikian, Polri mengingatkan agar pengamanan berlebihan tidak sampai menimbulkan kesan negatif. Pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal belakangan ini menjadi perbincangan karena dinilai bisa membangun persepsi bahwa situasi tidak aman. Hal ini pula yang mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono angkat bicara.
Teguran Gubernur DKI Jakarta
Pramono menyoroti pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Ibu Kota. Menurutnya, pagar yang dipasang secara berlebihan justru membangun kesan bahwa Jakarta sedang tidak aman.
“Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman,” kata Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).
Imbauan kepada Masyarakat
Menanggapi berbagai dinamika di lapangan, Isir meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga menekankan pentingnya belajar dari pengalaman masa lalu untuk memperkuat pencegahan.
“Pengalaman dari berbagai peristiwa pada masa lalu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa setiap potensi gangguan akan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional sehingga situasi yang kondusif dapat terus terjaga,” tegasnya.
Isir memastikan negara hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Ia mengimbau warga tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
“Masyarakat tidak perlu merasa khawatir. Polri akan terus bekerja untuk menjaga keamanan dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” imbaunya.



