Rumah yang terbakar di Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, diketahui milik Ali. Melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Pada saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang bepergian.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional DPKP Kota Depok, Tessy Haryati, membenarkan bahwa bangunan yang dilalap api adalah rumah tinggal. 'Objek terbakar rumah tinggal,' kata Tessy kepada sejumlah awak media di Depok, Senin (3/8/2026).
Dugaan Penyebab: Sepeda Listrik Dicas dan Ditinggal
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, tetapi keterangan awal dari pemilik rumah mengarah pada aktivitas pengisian daya sepeda listrik. Menurut Tessy, sepeda listrik itu sedang di-charge ketika pemiliknya meninggalkan rumah. 'Sesuai keterangan pemilik rumah, diduga dari sepeda listrik yang sedang di charger kemudian ditinggal pergi,' ungkap Tessy.
Proses pengisian daya itu diduga memicu korsleting listrik. Arus pendek yang terjadi kemudian memercikkan api dan dengan cepat membesar. Tessy juga menyebut adanya ledakan dalam peristiwa tersebut. 'Betul (sempat ada ledakan), dugaan kegagalan fungsi instalasi listrik, sepeda listrik dicharge namun ditinggal pergi oleh pemilik,' imbuhnya.
Ledakan yang muncul diduga berasal dari baterai sepeda listrik yang terbakar. Kondisi itu membuat api semakin cepat menjalar ke bagian rumah lain, sehingga kerusakan yang ditimbulkan pun cukup parah.
Pemadaman dengan Empat Unit Mobil Damkar
Begitu menerima laporan, DPKP Kota Depok langsung mengerahkan pasukan pemadam kebakaran ke lokasi. Sebanyak empat unit mobil pemadam dan 17 personel diterjunkan untuk menjinakkan api. Petugas bekerja memadamkan titik api serta mendinginkan material yang masih panas agar tidak memicu kebakaran susulan.
Setelah melalui proses pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Sejumlah aset milik pemilik rumah berhasil diselamatkan petugas. Rinciannya disebutkan oleh Tessy: 'Api berhasil dipadamkan. Jumlah dan jenis aset diselamatkan, 1 ekor hewan anjing, 1 unit mobil Avanza 2026 dan surat berharga.'
Dengan demikian, kerugian materiil akibat kebakaran ini tidak meliputi kendaraan dan hewan peliharaan tersebut. Namun demikian, tingkat kerusakan bangunan dan nilai kerugian keseluruhan belum dirinci secara resmi oleh DPKP.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi warga yang memiliki sepeda listrik. Pengisian daya atau cas sepeda listrik sebaiknya selalu diawasi. Jika ditinggal pergi, risiko korsleting dan kebakaran meningkat secara signifikan.
Kebakaran yang dipicu proses pengisian daya sepeda listrik biasanya terjadi karena pemilik tidak mematikan atau mencabut kabel saat meninggalkan rumah. Arus listrik yang tetap mengalir dapat memanaskan baterai secara perlahan. Jika dibiarkan, panas berlebih akan merusak sel baterai dan menyebabkan hubung singkat.
Langkah Mencegah Kebakaran Saat Mengecas
Sepeda listrik umumnya menggunakan baterai lithium yang sensitif terhadap panas dan arus listrik tidak stabil. Meninggalkan baterai dalam kondisi mengisi daya untuk waktu lama dapat membuat suhu naik, hingga akhirnya memicu kebakaran. Penggunaan charger yang tidak sesuai standar juga memperbesar potensi kegagalan fungsi instalasi listrik.
Oleh karena itu, pemilik sepeda listrik disarankan untuk tidak mengecas saat rumah dalam keadaan kosong. Pastikan juga kabel, stop kontak, dan charger dalam kondisi layak pakai. Gunakan peralatan yang direkomendasikan pabrikan dan jangan letakkan sepeda listrik di dekat bahan mudah terbakar seperti kain, kertas, atau bahan bakar.
Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting. Masyarakat yang melihat tanda-tanda korsleting atau bau hangus dari perangkat elektronik sebaiknya segera memutus aliran listrik dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kebakaran di Sukmajaya ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan dimulai dari kebiasaan kecil. Mengawasi proses charging, menggunakan komponen yang sesuai, dan segera mencabut kabel ketika tidak dibutuhkan adalah langkah yang mudah namun berdampak besar dalam mencegah kebakaran rumah.



