Hujan deras yang mengguyur Sumatera Barat sejak Senin (3/8) siang memicu banjir di sejumlah daerah. Tiga wilayah yang tercatat terdampak adalah Tanjung Mutiara di Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang. Ratusan warga terpaksa dievakuasi karena air merendam pemukiman dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengungkapkan bahwa laporan kejadian yang masuk ke instansinya beragam, mulai dari pohon tumbang hingga banjir. "Di Kabupaten Agam, Padang Pariaman dan Kota Padang sendiri. Khusus Padang, ada lima belas titik warga yang saat ini sedang proses evakuasi," jelas Ilham kepada wartawan, Senin (3/8).
Proses Evakuasi Warga di Kota Padang
Di Kota Padang, petugas gabungan masih berupaya mengevakuasi warga yang terjebak genangan air. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Guo Kuranji. Hujan lebat menyebabkan air masuk ke dalam rumah-rumah warga, sehingga banyak yang tidak sempat menyelamatkan diri. Pantauan di lapangan menunjukkan petugas harus bekerja ekstra keras untuk menjangkau korban di tengah derasnya arus banjir. Sejumlah korban, termasuk lansia dan anak-anak, terpaksa digendong petugas untuk melewati genangan yang cukup tinggi.
Proses evakuasi berlangsung di banyak titik di Kota Padang. Menurut Ilham, terdapat lima belas lokasi yang saat ini membutuhkan penanganan evakuasi. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah penyelamatan jiwa warga. "Sedang ada upaya evakuasi. Sementara ini, tim fokus pada penyelamatan, sehingga kita belum menghitung berapa banyak rumah terdampak dan data kerusakan lainnya," katanya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pendataan kerugian material belum dapat dilakukan karena tim masih disibukkan dengan upaya penyelamatan.
Dua Rumah Sakit Dilaporkan Terendam
Banjir juga merendam sejumlah fasilitas kesehatan. Rumah Sakit Islam Siti Rahma yang berada di kawasan By Pass dan RSUD Rasyidin Padang dilaporkan kemasukan air. Menurut pantauan, air masuk hingga ke dalam gedung rumah sakit sehingga mengganggu aktivitas pasien dan proses pelayanan medis. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat rumah sakit merupakan fasilitas vital yang harus tetap beroperasi dalam situasi darurat.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah pasien yang dievakuasi dari dua rumah sakit tersebut. Namun, petugas terlihat berupaya memastikan keselamatan pasien dan menjaga kelangsungan operasional rumah sakit meskipun bangunan terendam air. Belum diketahui pula apakah ada peralatan medis yang rusak akibat banjir.
BPBD Fokus pada Penyelamatan
Ilham Wahab menjelaskan bahwa jajaran BPBD Sumatera Barat saat ini masih fokus pada upaya penyelamatan warga yang terjebak banjir. Petugas di lapangan terus bekerja mengevakuasi warga di sejumlah titik. Namun, ia belum dapat merinci jumlah warga yang sudah berhasil dievakuasi maupun yang masih menunggu pertolongan di lokasi-lokasi terendam.
Data kerusakan rumah dan fasilitas umum, kata Ilham, akan didata setelah proses evakuasi selesai. "Kita belum menghitung berapa banyak rumah terdampak dan data kerusakan lainnya," ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri tinggal di rumah yang sudah terendam, serta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika air terus naik.
Waspada Cuaca Buruk dalam Beberapa Hari ke Depan
Warga di daerah terdampak diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi cuaca buruk diperkirakan masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta untuk mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi jika kondisi semakin memburuk. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan masih terus dilakukan. Ratusan warga yang mengungsi diharapkan dapat segera kembali ke rumah setelah air surut. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana banjir di Sumatera Barat ini.



