Forbes: Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp 4.617 Triliun, Masih Terkaya
Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp 4.617 Triliun, Tetap Terkaya

Laporan terbaru Forbes pada Senin (3/8/2026) menunjukkan bahwa Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, masih mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia. Meski demikian, total kekayaannya tercatat mengalami penurunan yang sangat signifikan dalam rentang waktu lebih dari satu bulan terakhir.

Penurunan Drastis Kekayaan Elon Musk

Berdasarkan data Forbes yang diperbarui per 3 Agustus 2026, kekayaan Elon Musk tercatat sebesar 690,1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 12.416,97 triliun. Angka ini merosot tajam jika dibandingkan dengan catatan pada 27 Juni 2026, di mana kekayaannya masih mencapai 946,7 miliar dollar AS.

Artinya, dalam kurun waktu sekitar lima minggu, kekayaan pria yang juga dikenal sebagai pendiri Neuralink dan The Boring Company ini berkurang sekitar 256,6 miliar dollar AS. Jika dikonversi dengan kurs rupiah, penurunan tersebut setara dengan lebih dari Rp 4.617 triliun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Pemicu Penurunan Kekayaan

Penurunan kekayaan Elon Musk ini sejalan dengan fluktuasi harga saham perusahaan-perusahaan yang ia pimpin, terutama Tesla. Saham Tesla diketahui mengalami koreksi cukup dalam selama periode tersebut, yang berdampak langsung pada valuasi kepemilikan saham Musk.

Selain itu, sentimen pasar global yang bergejolak juga turut memengaruhi nilai aset para miliarder dunia. Meskipun demikian, Forbes masih menempatkan Musk di puncak daftar orang terkaya, menunjukkan bahwa meskipun mengalami penurunan, kekayaannya masih jauh melampaui miliarder lainnya.

Daftar Orang Terkaya Dunia Versi Forbes

Forbes secara rutin memperbarui data kekayaan orang terkaya di dunia setiap hari berdasarkan pergerakan pasar dan informasi terbaru. Posisi Musk yang tetap bertahan di peringkat pertama menunjukkan dominasinya yang kuat di sektor teknologi dan eksplorasi antariksa.

Namun, penurunan tajam ini menjadi sorotan banyak pihak, mengingat selisih kekayaan yang cukup besar antara bulan Juni dan Agustus. Para analis memperkirakan bahwa volatilitas harga saham Tesla akan terus menjadi faktor kunci dalam menentukan posisi Musk di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Elon Musk maupun perwakilan Tesla mengenai penurunan kekayaan tersebut. Publik pun menantikan bagaimana langkah Musk ke depan untuk menjaga stabilitas nilai perusahaannya di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga