Anggota Parlemen Iran Peringatkan Ukraina: Setiap Serangan Ada Harganya
Iran Peringatkan Ukraina: Setiap Serangan Ada Harganya

Anggota parlemen senior Iran, Ebrahim Azizi, secara terang-terangan memperingatkan Ukraina bahwa setiap serangan terhadap Iran akan memiliki konsekuensi. Peringatan ini muncul setelah serangan drone Ukraina terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia pada akhir pekan lalu menewaskan sedikitnya satu orang.

Peringatan Keras Azizi

Azizi, yang menjabat sebagai Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri pada parlemen Iran, menegaskan dalam pernyataan via media sosial X pada Minggu (26/7) bahwa setiap serangan terhadap Iran selalu ada harganya. “Setiap serangan terhadap Iran selalu ada harganya, dan hal itu masih berlaku hingga saat ini,” tegasnya. “Ukraina pun mungkin akan segera menyadari bahwa Iran tidak membiarkan tindakan semacam itu tanpa balasan.” Ia menambahkan, “Daftar pihak yang salah perhitungan terus bertambah!”

Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Ukraina, tetapi juga kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel yang telah berkonflik dengan Iran dalam beberapa bulan terakhir. Azizi mengindikasikan bahwa ketiga negara tersebut harus siap menghadapi respons Teheran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menteri Luar Negeri Iran Angkat Bicara

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa serangan militer Ukraina terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia “tidak bisa dibiarkan tanpa balasan”. Menurut Araghchi, serangan itu melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan melibatkan Israel. “Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, yang dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Araghchi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan posisi Iran dalam percakapan telepon terpisah dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. “Dalam pembicaraan dengan Perwakilan Tinggi UE Kallas dan Menlu Lavrov, ditegaskan bahwa tindakan ‘si parasit’ di Kyiv itu ‘TIDAK BISA DIBIARKAN TANPA BALASAN’,” tegas Araghchi. Langkah diplomatik ini menunjukkan upaya Iran untuk menggalang dukungan internasional.

Respons Ukraina dan Dampaknya

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan via media sosial X pada Sabtu (25/7) bahwa Ukraina mendapatkan “hasil yang sangat kuat” melalui serangan jarak jauh di Laut Kaspia. Sasaran serangan meliputi “kapal-kapal yang digunakan untuk pengiriman kargo militer yang melibatkan Iran, serta sebuah kapal perang”. Pernyataan ini memperkuat klaim Iran bahwa kapal komersial mereka menjadi target.

Iran, pada hari yang sama, memanggil utusan diplomatik atau charge d'affaires Ukraina di Teheran untuk memprotes serangan tersebut. Langkah ini merupakan bentuk protes resmi atas apa yang dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Ketegangan Regional Meningkat

Insiden ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur. Dengan Iran yang kini mengaitkan serangan tersebut dengan Israel, risiko eskalasi semakin besar. Para analis memperingatkan bahwa konflik ini dapat meluas jika tidak segera diredakan melalui jalur diplomatik. Sementara itu, masyarakat internasional mengamati perkembangan ini dengan kekhawatiran akan stabilitas keamanan di Laut Kaspia yang merupakan jalur pelayaran strategis.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga