Board of Peace AS Jamin Penarikan Pasukan Israel dari Gaza Setelah Hamas Dilucuti
Board of Peace Jamin Penarikan Pasukan Israel Setelah Hamas Dilucuti

Washington, Kompas.com – Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan jaminan kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa penarikan pasukan Israel dari Gaza hanya akan dimulai setelah Hamas sepenuhnya dilucuti. Jaminan tersebut disampaikan pada Senin (3/8/2026), setelah Netanyahu menyampaikan keberatan terhadap dokumen yang sebelumnya diterbitkan Board of Peace terkait rencana perdamaian di Gaza.

Keberatan Netanyahu dan Desakan Pembatalan Kesepakatan

Dua anggota kabinet keamanan Netanyahu bahkan sebelumnya mendesak agar pemerintah Israel melakukan pemungutan suara untuk membatalkan kesepakatan yang didorong Trump. Keberatan tersebut muncul setelah Board of Peace atau Dewan Perdamaian menerbitkan dokumen yang menyebut Israel akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari wilayah Gaza.

Menurut sumber yang dekat dengan negosiasi, Netanyahu khawatir bahwa penarikan bertahap tanpa jaminan pelucutan senjata Hamas akan melemahkan keamanan Israel. Jaminan dari Board of Peace diharapkan dapat meredakan kekhawatiran tersebut dan memastikan bahwa setiap langkah penarikan akan disertai dengan verifikasi kepatuhan Hamas terhadap kewajiban pelucutan senjata.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Board of Peace dalam Rencana Perdamaian

Board of Peace merupakan inisiatif yang diluncurkan oleh Trump untuk memfasilitasi penyelesaian konflik di Timur Tengah, khususnya di Gaza. Dewan ini terdiri dari para diplomat dan mantan pejabat tinggi yang memiliki pengalaman dalam negosiasi internasional. Dalam dokumen yang diterbitkan sebelumnya, Board of Peace mengusulkan kerangka waktu untuk penarikan pasukan Israel secara bertahap, yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan dan memungkinkan proses rekonstruksi di Gaza.

Namun, Netanyahu menilai bahwa dokumen tersebut tidak cukup eksplisit dalam menangani masalah pelucutan senjata Hamas. Ia menekankan bahwa tanpa jaminan yang kuat, Israel tidak akan menarik pasukannya. Respons cepat dari Board of Peace dengan memberikan jaminan tertulis diharapkan dapat mengatasi kebuntuan ini.

Implikasi bagi Proses Perdamaian

Jaminan ini menjadi langkah penting dalam menjaga momentum kesepakatan yang didorong oleh Trump. Para analis menilai bahwa keberhasilan implementasi rencana ini akan bergantung pada kemampuan untuk memastikan Hamas benar-benar melucuti senjatanya, yang merupakan syarat utama bagi Israel untuk menarik pasukan. Jika Hamas gagal mematuhi, maka Israel dapat menunda atau membatalkan penarikan.

Seorang pejabat yang terlibat dalam negosiasi mengatakan, "Jaminan ini memberikan kerangka yang jelas bagi kedua belah pihak. Israel merasa aman karena ada kepastian bahwa Hamas harus dilucuti, sementara Hamas diharapkan dapat menerima proses ini sebagai bagian dari solusi politik." Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Hamas terkait jaminan tersebut.

Tanggapan Internasional dan Langkah Selanjutnya

Komunitas internasional, termasuk PBB dan negara-negara Arab, menyambut baik jaminan ini sebagai langkah positif. Mereka berharap bahwa hal ini akan membuka jalan bagi gencatan senjata yang lebih permanen dan dimulainya rekonstruksi Gaza yang telah hancur akibat konflik. Sementara itu, kabinet keamanan Israel dijadwalkan untuk bertemu dalam waktu dekat untuk membahas jaminan tersebut dan memutuskan langkah selanjutnya.

Dengan adanya jaminan dari Board of Peace, diharapkan proses penarikan pasukan dapat segera dimulai setelah verifikasi pelucutan senjata Hamas. Namun, semua pihak tetap waspada terhadap kemungkinan kegagalan di lapangan, yang dapat kembali memicu eskalasi konflik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga