Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menyampaikan bahwa dalam satu tahun operasional Sekolah Rakyat, para siswa telah mencatatkan ratusan prestasi di berbagai tingkat, mulai dari daerah hingga internasional. Hal itu disampaikannya saat memberi arahan dalam kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).
"Alhamdulillah selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Ada prestasi tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan ada juga prestasi di tingkat internasional," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima media.
Sepanjang 2025, siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia telah meraih empat prestasi tingkat internasional, 674 prestasi tingkat nasional, 71 tingkat regional, 513 tingkat provinsi, 842 tingkat kabupaten/kota, 89 tingkat kecamatan, dan 1.347 tingkat sekolah. Menurut Gus Ipul, angka-angka tersebut mencerminkan perubahan besar bagi anak-anak yang sebelumnya sempat kehilangan harapan.
"Banyak sekali Bapak-Ibu sekalian dari anak-anak yang sebelumnya putus harapan dan sekarang mereka sudah berprestasi," ujarnya.
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Rincian Capaian Prestasi
Prestasi siswa Sekolah Rakyat sepanjang 2025 tersebar di berbagai jenjang kompetisi. Berikut rinciannya:
- 4 prestasi tingkat internasional
- 674 prestasi tingkat nasional
- 71 prestasi tingkat regional
- 513 prestasi tingkat provinsi
- 842 prestasi tingkat kabupaten/kota
- 89 prestasi tingkat kecamatan
- 1.347 prestasi tingkat sekolah
Gus Ipul menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu juga mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa. Ia menegaskan Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak Indonesia.
Dampak Sekolah Rakyat pada Mental dan Karakter Siswa
Selain prestasi, Gus Ipul menuturkan bahwa setelah satu tahun bersekolah di Sekolah Rakyat, para siswa juga menunjukkan perubahan sikap yang signifikan. Mereka menjadi lebih percaya diri, optimistis, dan disiplin dibandingkan saat pertama kali masuk.
Perubahan itu terlihat dalam pelaksanaan MPLS di Sekolah Rakyat Sukoharjo. Siswa tahun pertama yang bertugas menyambut siswa baru tampil berani di atas panggung mempersembahkan berbagai pertunjukan. Penampilan yang ditampilkan antara lain baris variasi, silat, drama musikal, paduan suara, pembacaan puisi, serta pidato dalam bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Korea.
Di tengah acara, Gus Ipul dan para peserta yang hadir tidak dapat menahan haru. Salah satu siswa membacakan puisi berjudul "Dari Jamu Nguter dan Gamelan Wirun Kami Belajar". Penampilan itu menyentuh emosi hadirin dan memperkuat keyakinan orang tua bahwa Sekolah Rakyat mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Kisah Mulyadi dan Khustimah, Menatap Masa Depan Lewat Sekolah Rakyat
Salah satu orang tua yang merasakan manfaat Sekolah Rakyat adalah Mulyadi, ayah dari Khustimah, siswa Sekolah Rakyat Sukoharjo tingkat SMA. Khustimah sebelumnya sempat berhenti sekolah selama satu tahun karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kini, ia kembali melanjutkan pendidikannya di bawah naungan Sekolah Rakyat.
Mulyadi bekerja sebagai juru kunci makam sejak 2002. Penghasilannya setiap bulan hanya sekitar Rp350 ribu. Kadang ia mendapat tambahan ketika ada keluarga yang berziarah ke makam tersebut. Dengan penghasilan yang sangat terbatas, memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit. Bahkan, Khustimah kadang ikut membantu ayahnya membersihkan makam demi mencari tambahan penghasilan.
"Ya anak saya biar bisa masuk sekolah sini kan, biar bisa neruskan sekolahnya, biar bisa bantu, besok kalau sudah lulus, biar membantu orang tuanya gitu," kata Mulyadi.
Kisah Mulyadi dan Khustimah merupakan contoh keluarga yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau proses pembangunan, atau yang disebut sebagai the invisible people. Melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo Subianto berupaya menjangkau keluarga-keluarga seperti Mulyadi dan memberikan akses pendidikan bermutu bagi mereka.
Apresiasi Plt Bupati Sukoharjo
Pelaksana Tugas Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan pemerintah pusat sehingga Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten yang memiliki Sekolah Rakyat permanen. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini akan dijaga melalui kolaborasi semua pihak.
"Kepercayaan ini menjadi amanah yang akan kami jaga sebaik-baiknya melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Eko.
Menurut Eko, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia. Ia menegaskan masa depan adalah hak setiap anak bangsa tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi.
"Masa depan adalah hak bagi setiap anak bangsa tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi," pungkasnya.
Hadir pada Kegiatan MPLS
Dalam kesempatan itu, turut hadir Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, jajaran Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, serta sejumlah pejabat terkait lainnya. Kehadiran mereka mempertegas dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat.



