Tawuran Maut di Cilincing: Pemuda Tewas dengan Tangan Putus
Tawuran Cilincing Tewaskan Pemuda, Tangan Putus

Tawuran antarkelompok pemuda di kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, kembali memakan korban jiwa. Seorang pemuda berinisial RM (19) dilaporkan tewas dengan luka mengerikan, termasuk pergelangan tangan putus. Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri membenarkan peristiwa yang terjadi pada Senin, 27 Juli 2026 dini hari itu.

Kronologi Tawuran Maut di Kalibaru

Menurut AKP Bobi, korban mengalami luka parah di kepala, badan, dan pergelangan tangan putus. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa sebelum bentrokan, korban bersama teman-temannya diduga mengonsumsi minuman keras. Setelah mabuk, mereka bergabung dengan kelompok lain dan menyerang kelompok lawan di RW 13 Kalibaru.

"Korban dan teman-teman selesai minum-minuman keras bergabung dengan kelompok lain lalu menyerang kelompok pelaku di RW 13 Kalibaru," ujar Bobi saat dikonfirmasi pada Selasa (28/7/2026). Korban meninggal di tempat dan telah dimakamkan oleh keluarga pada hari yang sama.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polisi Masih Buru Pelaku Tawuran

Hingga kini, aparat Kepolisian Sektor Cilincing masih memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut. AKP Bobi menyatakan bahwa proses penangkapan masih berlangsung. "Sedang proses menangkap pelaku," tegasnya.

Tawuran di Jakarta Utara, khususnya di Cilincing dan Koja, kerap terjadi dan menelan korban jiwa. Pada Juli 2026 saja, setidaknya tercatat tiga insiden tawuran yang mengakibatkan kematian, termasuk di Koja yang menewaskan tiga remaja pada 20 Juli 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya menekan angka tawuran, namun masih banyak kendala di lapangan.

Dampak Sosial dan Upaya Pencegahan

Peristiwa ini menambah panjang daftar korban tawuran di ibu kota. Masyarakat setempat berharap polisi segera menangkap pelaku dan memberikan efek jera. Para ahli kriminologi menilai bahwa faktor pergaulan, konsumsi alkohol, dan lemahnya pengawasan orang tua menjadi pemicu utama tawuran remaja.

Polres Jakarta Utara telah meningkatkan patroli di titik-titik rawan tawuran, terutama pada malam Minggu. Namun, insiden tetap terjadi. Kapolsek Cilincing mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya dan melaporkan aktivitas mencurigakan ke pihak berwajib.

Keluarga korban berharap kasus ini diusut tuntas. RM meninggalkan duka mendalam bagi kerabatnya. "Kami kehilangan anak kami secara tragis. Semoga pelaku segera tertangkap," ujar seorang kerabat yang enggan disebut namanya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, termasuk senjata tajam dan botol minuman keras. Kasus ini masih dalam penyidikan lebih lanjut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga