Pria di Tangerang Dianiaya dan Dipaksa Masturbasi, Polisi Selidiki
Pria di Tangerang Dianiaya dan Dipaksa Masturbasi

Seorang pria di Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan dugaan penganiayaan berat yang disertai pemaksaan masturbasi. Peristiwa ini diduga dilakukan oleh rekan kerjanya sendiri dan terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial. Polresta Tangerang telah menerima laporan korban dan tengah mendalami kasus ini.

Kronologi Kejadian dan Laporan Polisi

Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Laksono Febrianto, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban. Laporan tersebut diajukan pada Selasa (4/8) dengan didampingi kuasa hukumnya. Tri menjelaskan bahwa laporan tersebut terkait dengan dugaan pengeroyokan dan perampasan kemerdekaan hak.

"Pelaporannya terkait pengeroyokan dan perampasan kemerdekaan hak," kata Tri saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peristiwa itu sendiri disebutkan terjadi pada Selasa (28/7) malam hingga Rabu (29/7) dini hari. Dalam video yang beredar, korban terlihat berdiri dengan wajah lebam, mengenakan kaus, dan tidak mengenakan celana. Ia diduga dipaksa melakukan masturbasi oleh seseorang yang merekam aksi tersebut.

Korban Sempat Dirawat Medis

Setelah kejadian, korban sempat menjalani perawatan medis. Oleh karena itu, pihak kepolisian baru dapat meminta keterangan dari korban pada Senin (3/8). Tri menyebutkan bahwa korban baru bisa dimintai keterangan setelah kondisinya membaik.

"Baru sempat diambil keterangannya dari pelapor selaku korban, karena sebelumnya dia harus menjalani perawatan medis," ucap dia.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kronologi kejadian yang dialami korban. Tri belum membeberkan detail dugaan penganiayaan tersebut karena penyelidikan masih berjalan.

Dugaan Pelaku adalah Rekan Kerja

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh rekan kerja korban. Namun, pihak kepolisian belum mengonfirmasi hal tersebut dan masih melakukan pendalaman terhadap keterangan korban serta saksi-saksi lainnya.

"Untuk kronologi kejadiannya masih kami dalami," ujarnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kekerasan fisik dan pemaksaan tindakan asusila. Polisi diharapkan dapat mengungkap pelaku dan memberikan keadilan bagi korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga