Korban KMP Mutiara Sentosa II Bertambah Jadi 238 Orang
Korban KMP Mutiara Sentosa II Jadi 238 Orang

Operasi pencarian korban kebakaran kapal motor penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus berlanjut. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaporkan jumlah korban yang berhasil dievakuasi bertambah menjadi 238 orang, naik dari data sebelumnya yang berjumlah 233 orang.

Kepala Basarnas: Total Korban Evakuasi Capai 238 Orang

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan penambahan jumlah korban tersebut dalam keterangan pers di posko terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Selasa (4/8). "Kalau kemarin kita sampaikan 233, total update sekarang 238 korban," ujarnya.

Dari jumlah tersebut, Syafii merinci bahwa sebagian korban masih dalam perjalanan menuju Surabaya setelah sebelumnya dievakuasi sementara di Pulau Masalembu. "Dengan rincian terakhir bahwa yang masih dalam perjalanan ada 62 korban yang kita evakuasi dari Pulau Masalembu menuju ke Surabaya," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kapal Evakuasi Terkendala Cuaca

Kapal yang membawa 62 korban tersebut semula dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak pada siang hingga sore hari. Namun, kondisi cuaca memperlambat perjalanan. "Yang kita perkirakan bahwa kapal ini akan sampai jam 10.00 WIB sampai jam 11.00 WIB ternyata karena kondisi ombak sehingga perjalanan akan memakan waktu kurang lebih delay sampai 2-3 jam," ungkap Syafii.

Meski demikian, operasi pencarian di lokasi kejadian terus dilakukan. Basarnas Surabaya menerjunkan kapal KN SAR 249 Permadi untuk melaksanakan operasi. "Operasi pencarian tetap kita laksanakan. Ada KN SAR 249 Permadi dari Basarnas Surabaya masih melaksanakan operasi. Tentunya operasi akan disesuaikan dengan konsep operasi yang dikeluarkan oleh Basarnas Command Center yang ada di kantor pusat," kata Syafii.

Pencocokan Data dengan KSOP dan Perusahaan Pelayaran

Mengenai batas waktu operasi, Syafii menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pencocokan data jumlah korban dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta perusahaan pelayaran selaku pemilik kapal. "Dari hasil evakuasi korban yang telah terevakuasi nanti akan kita cross-check data itu kepada pihak KSOP dan juga dari owner," ujarnya.

Operasi baru akan dihentikan apabila seluruh korban telah dipastikan terevakuasi sesuai dengan data yang ada. "Dan kalau semua yang kita harapkan adalah sesuai bahwa seluruh korban telah terevakuasi, tentunya operasi akan segera kita hentikan," tegas Syafii. Meskipun tidak ada laporan keluarga kehilangan yang masuk, operasi tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Langkah Selanjutnya dalam Pencarian

Terkait kemungkinan pencarian korban di dalam bangkai kapal, Syafii menyatakan pihaknya akan mengonfirmasi seluruh data korban yang telah dievakuasi kepada KSOP dan pemilik kapal sebelum menentukan langkah lebih lanjut. "Saya sampaikan bahwa seluruh korban yang terevakuasi ini rencana akan kita konfirmasikan kepada KSOP maupun kepada owner. Kalau semua data itu sudah sesuai, tentunya dengan cepat operasi bisa kita selesaikan," pungkasnya.

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terjadi pada Minggu (2/8) di perairan utara Sumenep. Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kapal di perairan Indonesia, dan Basarnas terus berupaya maksimal dalam proses evakuasi dan pencarian korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga