Pria di China Palsukan Kematian Demi Hindari Hukuman Mabuk
Pria China Palsukan Kematian untuk Hindari Hukuman

Seorang pria di China nekat memalsukan kematiannya dengan bantuan keluarga demi menghindari hukuman atas kasus mengemudi dalam keadaan mabuk. Rencana tersebut dilakukan dengan menggelar pemakaman palsu hingga menguburkan peti mati yang diyakini berisi jasadnya.

Kronologi Pemalsuan Kematian

Kasus ini diungkap oleh jaksa di Kota Anyang, Provinsi Henan. Pria tersebut, yang tidak disebutkan namanya, terlibat dalam kasus mengemudi dalam keadaan mabuk dan menghadapi hukuman pidana. Untuk menghindari hukuman, ia bersama keluarganya merencanakan pemalsuan kematian. Mereka menggelar upacara pemakaman palsu dan menguburkan peti mati yang diyakini berisi jasadnya.

Kejanggalan yang Terungkap

Upaya tersebut akhirnya terbongkar setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan. Keluarga tidak meminta pertolongan medis saat pria itu dinyatakan meninggal. Selain itu, peti mati ternyata telah dibeli sebelum pria tersebut dinyatakan meninggal. Hal ini menimbulkan kecurigaan polisi yang kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak dan Perhatian Publik

Kasus ini menjadi perhatian luas di media sosial China. Banyak warganet yang mengomentari tindakan nekat pria tersebut dan keluarganya. Pihak berwenang kini telah menangkap pria tersebut dan keluarganya yang terlibat dalam pemalsuan kematian. Mereka dijerat dengan pasal pemalsuan dokumen dan menghalangi proses hukum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga