Buah dan sayur merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting bagi tubuh. Namun, sebelum dikonsumsi, keduanya perlu dicuci dengan benar untuk membantu menghilangkan kotoran, residu pestisida, serta bakteri yang menempel selama proses panen, distribusi, hingga penyimpanan.
Melansir Real Simple, Minggu (19/7/2026), para pakar keamanan pangan menyatakan bahwa cara paling efektif membersihkan buah dan sayur tidak memerlukan sabun, deterjen, atau cairan pembersih khusus. Cukup gunakan air mengalir dan teknik pencucian yang tepat.
Mengapa Sabun Tidak Dianjurkan?
Menurut para ahli, penggunaan sabun atau deterjen pada buah dan sayur justru dapat meninggalkan residu kimia yang tidak aman dikonsumsi. Kulit buah dan sayur yang porous dapat menyerap bahan kimia tersebut, sehingga berisiko menyebabkan gangguan pencernaan atau reaksi alergi pada beberapa orang.
Selain itu, produk pembersih komersial yang diklaim khusus untuk buah dan sayur belum tentu lebih efektif dibandingkan air mengalir. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga merekomendasikan mencuci buah dan sayur hanya dengan air mengalir tanpa sabun.
Teknik Mencuci yang Tepat
Berikut langkah-langkah mencuci buah dan sayur yang benar menurut pakar keamanan pangan:
- Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik sebelum memegang buah atau sayur.
- Gosok permukaan buah dan sayur yang keras seperti apel, mentimun, atau kentang dengan sikat bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan residu pestisida.
- Untuk buah dan sayur berdaun seperti selada atau kubis, pisahkan daun-daunnya lalu bilas satu per satu di bawah air mengalir.
- Buah beri seperti stroberi atau bluberi cukup dibilas dengan air mengalir dalam saringan, jangan direndam karena dapat merusak tekstur dan menyebabkan pertumbuhan bakteri.
Tips Tambahan untuk Buah dan Sayur Tertentu
Buah dan sayur dengan kulit tipis seperti tomat atau anggur sebaiknya dicuci sesaat sebelum dikonsumsi, bukan sebelumnya, untuk mencegah pertumbuhan jamur. Sementara itu, melon dan semangka perlu digosok permukaannya dengan sikat karena permukaan kulitnya yang kasar dapat menjadi tempat bersembunyi bakteri yang kemudian terbawa saat dipotong.
Untuk sayuran seperti brokoli atau kembang kol, rendam dalam air dingin selama beberapa menit untuk mengangkat kotoran yang tersembunyi di sela-sela kuntum, lalu bilas dengan air mengalir.
Kapan Harus Merendam?
Merendam buah dan sayur dalam air sebenarnya tidak dianjurkan secara umum karena dapat menyebabkan hilangnya nutrisi larut air seperti vitamin C dan vitamin B. Namun, untuk sayuran yang sangat kotor atau berpasir seperti bayam atau kangkung, perendaman singkat dapat membantu. Pastikan untuk membilas kembali dengan air mengalir setelah direndam.
Pakar keamanan pangan juga menyarankan untuk mengeringkan buah dan sayur dengan tisu bersih atau kain setelah dicuci untuk mengurangi risiko pertumbuhan bakteri akibat kelembaban.
Kesimpulan
Mencuci buah dan sayur dengan air mengalir dan teknik yang tepat adalah cara paling aman dan efektif untuk mengurangi risiko kontaminasi. Hindari penggunaan sabun, deterjen, atau pembersih khusus karena dapat meninggalkan residu berbahaya. Dengan mengikuti panduan sederhana ini, Anda dapat menikmati buah dan sayur yang lebih bersih dan aman untuk dikonsumsi.



