Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai buka suara terkait dugaan tindak asusila terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang guru aparatur sipil negara (ASN) beserta suaminya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai, Bukhori Ginting Suka, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi sebelum kasus tersebut viral di masyarakat.
Kronologi Klarifikasi oleh Disdik Tanjungbalai
Menurut Bukhori, permasalahan ini sebelumnya telah disampaikan oleh kepala sekolah kepada Dinas Pendidikan melalui surat resmi. Setelah menerima laporan tersebut, dinas segera memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan terkait indikasi permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah. "Permasalahan ini sebelumnya telah disampaikan kepala sekolah kepada Dinas Pendidikan melalui surat. Setelah menerima laporan itu, kami langsung memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan terkait indikasi permasalahan yang terjadi di sekolah tersebut," kata Bukhori Ginting Suka, dilansir detikSumut, Kamis (23/7/2026).
Guru ASN Tidak Langsung Terlibat Menurut Klarifikasi Awal
Berdasarkan hasil klarifikasi awal, persoalan tersebut tidak secara langsung melibatkan guru ASN yang kini menjadi sorotan. Namun, belakangan nama guru tersebut dikaitkan dengan dugaan tindak asusila yang beredar di tengah masyarakat. "Permasalahan ini sebenarnya tidak melibatkan langsung guru kami. Namun, belakangan berita yang beredar di masyarakat mengaitkan guru tersebut dengan permasalahan ini. Kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," ujar Bukhori.
Tak hanya meminta keterangan dari pihak sekolah, Dinas Pendidikan juga memanggil keluarga korban. Dari hasil klarifikasi, keluarga korban menyampaikan dugaan keterlibatan guru tersebut. "Kami juga memanggil pihak keluarga korban. Berdasarkan penyampaian mereka kepada kami, guru tersebut diduga terlibat dalam permasalahan ini," ucapnya.
Guru Membantah Tuduhan Pelecehan Anak
Selanjutnya, Dinas Pendidikan memanggil guru yang bersangkutan. Dalam klarifikasinya, guru tersebut membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. "Setelah kami melakukan klarifikasi, guru tersebut menyatakan bahwa permasalahan itu tidak mereka lakukan. Sampai saat ini kami belum dapat menyimpulkan bagaimana sikap yang akan kami ambil terhadap guru tersebut," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan belum mengambil keputusan final terkait sanksi terhadap guru ASN tersebut. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah rumah guru ASN di Tanjungbalai digeruduk warga yang marah atas dugaan pelecehan anak.



