Polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap mayat pria tanpa kaki yang ditemukan di lahan kosong di Pancoran Mas, Kota Depok. Penangkapan dilakukan oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Rabu (5/8) dini hari.
Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendra Kartika, membenarkan penangkapan tersebut. "Pelaku sudah ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya," ujarnya kepada wartawan, Rabu (5/8). Pelaku yang diidentifikasi berinisial SA ini ditangkap di wilayah Pandeglang, Banten, sekitar pukul 04.15 WIB saat tengah berupaya melarikan diri.
Pemeriksaan Intensif untuk Mendalami Motif
Dimitri menjelaskan bahwa saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk mendalami motif serta hubungannya dengan korban. "Masih pendalaman," kata Dimitri singkat.
Penangkapan ini bermula dari penemuan mayat tanpa kaki yang menggemparkan warga Pancoran Mas, Depok, pada Selasa (4/8). Jasad tersebut ditemukan di sebuah lahan kosong dan diduga kuat merupakan korban mutilasi.
Awal Mula Penemuan Mayat
Kronologi penemuan mayat ini terbilang unik. Saksi bernama Herni (H) pertama kali melihat sebuah karung di lokasi tersebut pada Jumat (24/7) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia mengira karung itu hanya berisi sampah, sehingga memberitahukannya kepada adiknya, Muhammad Rizkywan (MR).
Kemudian, pada Selasa (4/8) sekitar pukul 15.30 WIB, Rizkywan berniat membakar karung yang diduga berisi sampah tersebut. Namun, saat karung meleleh, ia justru melihat bagian tubuh manusia di dalamnya. "Saat karung terbakar dan sebagian meleleh, saksi melihat bagian tubuh manusia di dalamnya, kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, Selasa (4/8).
Olah TKP dan Kondisi Korban
Setelah menerima laporan, personel Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil olah TKP mengungkap kondisi korban yang mengenaskan: tidak mengenakan pakaian, kedua tangan terikat kain putih, kedua kaki hilang mulai dari pangkal paha, terdapat luka terbuka di leher, dan jenazah dimasukkan ke dalam karung beras yang dibungkus plastik hitam.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap motif dan kemungkinan adanya pelaku lain. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian.



