Kasus pembunuhan mantan menteri Inggris, Ann Widdecombe, mengungkap fakta mengerikan. Wanita berusia 78 tahun itu tewas setelah dipukul dengan palu sebanyak 21 kali di bagian kepala saat sedang menyantap makan siang di rumahnya. Peristiwa ini terungkap dalam persidangan di Pengadilan Magistrat Westminster London pada Selasa (21/7/2026).
Kronologi Pembunuhan Brutal
Menurut jaksa penuntut Kashif Malik, rekaman kamera kediaman korban memperlihatkan pelaku, Joshua Kerry, memasuki rumah Widdecombe saat ia sedang makan siang. Kerry bertanya, "Apakah Anda memiliki kartu bank dan kartu identitas?" Kemudian, dengan mengenakan sarung tangan hitam dan memegang palu, ia memukul kepala mantan menteri itu sebanyak 21 kali.
Setelah memukul korban hingga jatuh dari kursi ke lantai, Kerry mengambil dompet Widdecombe dan meninggalkan lokasi dalam waktu sekitar dua menit. Widdecombe ditemukan tewas di kediamannya di area pedesaan barat daya Inggris pada 9 Juli lalu, sehari setelah serangan brutal tersebut.
Profil Ann Widdecombe dan Dampak Politik
Ann Widdecombe adalah tokoh terkemuka dalam partai populis Reform UK dan mantan anggota parlemen. Ia dikenal atas pandangan sosial yang konservatif dan pernah menjabat sebagai Menteri Junior dalam pemerintahan Perdana Menteri John Morrison periode 1992-1997. Ia juga menjadi juru bicara bidang imigrasi dan keadilan untuk Partai Reform UK sebelum mundur dari parlemen pada tahun 2010.
Pembunuhan ini mengguncang dunia politik Inggris dan memicu kekhawatiran mengenai keamanan para politisi. Sejak tahun 2016, dua anggota parlemen yang masih aktif menjabat tewas dibunuh. Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap politisi di Inggris.
Pelaku dan Proses Hukum
Joshua Kerry, pria kulit putih berusia 28 tahun berkewarganegaraan Inggris dari Rotherham, ditangkap dan kini menjalani persidangan atas dakwaan pembunuhan. Jarak Rotherham dari kediaman Widdecombe lebih dari 402 kilometer. Kepolisian Inggris meyakini Widdecombe sengaja ditargetkan, meskipun motif masih diselidiki. Jaksa mengatakan penyelidikan terkait kemungkinan tindak pidana terorisme juga sedang berlangsung.
Dalam persidangan, Kerry yang mengenakan tracksuit abu-abu tidak mengajukan pembelaan diri. Ia ditahan hingga sidang lanjutan di Pengadilan Old Bailey pada Oktober mendatang.



