Labfor Temukan Gas Metana Jadi Pemicu Ledakan Rumah Grand Polonia Medan
Labfor Temukan Gas Metana Pemicu Ledakan Grand Polonia

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengungkap temuan sementara terkait penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rumah mewah di kawasan Grand Polonia, Medan. Ledakan yang terjadi pada Selasa (21/7) itu diduga kuat dipicu oleh akumulasi gas metana di dalam dapur rumah nomor 3B.

Kasubbid Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, menjelaskan bahwa pola kerusakan bangunan menunjukkan adanya tekanan kuat yang berasal dari dalam rumah. Hal ini menjadi petunjuk awal bagi tim untuk memfokuskan penyelidikan di area dapur.

Temuan di Dapur: Kompor Terangkat dan Pintu Terbuka

Dalam pemeriksaan di dapur, tim Labfor menemukan sejumlah bukti fisik yang memperkuat dugaan ledakan gas. Kompor tanam (built-in) ditemukan terangkat dari posisi aslinya, sementara pintu-pintu di sekitar dapur terbuka akibat dorongan tekanan yang sangat kuat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Di dapur kita temukan ada kompor tanam dan juga pintu-pintu yang terbuka di mana kompor ini terangkat ke atas. Nah, itu di sana adalah terminal gas yang digunakan untuk memasak," kata Roy dalam keterangannya di Medan, Rabu (22/7).

Keberadaan terminal gas di lokasi tersebut mengindikasikan bahwa sumber api atau percikan api mungkin berasal dari peralatan dapur yang terhubung dengan instalasi gas. Tim Labfor menduga kebocoran gas terjadi dalam ruangan tertutup sehingga menimbulkan akumulasi gas yang mudah terbakar.

Deteksi Gas Metana Mencapai 10% LEL

Temuan kunci lainnya adalah konsentrasi gas metana yang masih terdeteksi di area dapur saat pemeriksaan dilakukan. Tim menggunakan alat pendeteksi gas (gas detector) dan menemukan kadar gas bervariasi, dengan konsentrasi sekitar 10 persen Lower Explosive Limit (LEL).

"Hasil untuk pertama yang kita temukan di sana dengan gas detektor, kita menemukan ada konsentrasi bervariasi di dapur itu. Ada sekitar 10 persen Lower Explosive Limit (LEL). Jadi, itu dalam konsentrasi itu harusnya gas itu bisa terdetonasi," papar Roy.

LEL adalah konsentrasi minimum suatu gas atau uap di udara yang dapat menyala jika terkena sumber api. Dengan kadar 10% LEL, gas metana di dapur tersebut sudah berada pada ambang yang berbahaya dan cukup untuk memicu ledakan jika ada pemicu, seperti percikan api dari sakelar listrik atau nyala api kompor.

Langkah Pengamanan oleh PGN

Roy memastikan bahwa langkah pengamanan awal telah dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mencegah potensi bahaya lanjutan. PGN telah mengamankan instalasi gas di lokasi kejadian sehingga tidak ada lagi risiko kebocoran lebih lanjut.

"Tetapi memang namanya TKP ini, kalau dari segi gasnya, di bagian lain kita tidak menemukan, hanya di dapur itu sisa kita menemukan, gitu. Jadi gas ini sifatnya kan cepat terbang ya. Jadi kalau dari segi gasnya, kita melihat bahwa udah diamankan PGN, berarti itu cukup untuk di sana," tutupnya.

Meski konsentrasi gas hanya terdeteksi di dapur, penyelidikan masih terus berlangsung. Tim Labfor bersama penyidik dari Polrestabes Medan masih mendalami sejumlah temuan di lokasi untuk memastikan penyebab pasti ledakan dan mengidentifikasi korban.

Tiga Korban Ditemukan Tewas

Ledakan yang terjadi pada Selasa pagi itu mengakibatkan tiga orang ditemukan tewas di dalam rumah. Mereka adalah penghuni rumah yang diduga merupakan satu keluarga. Proses evakuasi dan identifikasi korban masih dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumut.

Saksi mata yang merupakan pekerja di sekitar lokasi melaporkan mendengar suara ledakan keras disertai getaran tanah. Mereka juga mendengar teriakan dari dalam rumah sesaat sebelum ledakan terjadi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa ledakan terjadi secara mendadak dan tidak sempat diantisipasi oleh korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga