Jakarta - Atlet golf putri, Jesslyn Wijaya (34), dilaporkan diculik saat perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat. Namun, calon suaminya, Evan (37), meragukan kabar tersebut. Kuasa hukum Evan, Andi Darti, menyatakan bahwa Jesslyn dan Evan akan segera menikah, dan Jesslyn sudah lama tidak tinggal bersama keluarganya.
"Dia keluar dari rumah orang tuanya. Dia hidup di apartemen, tinggal di apartemen di daerah Pluit, sudah hampir 10 bulan. Nah, si Jesslyn ini itu juga dalam waktu dekat juga akan segera menikah dengan Evan," kata Andi Darti, Rabu (22/7/2026).
Kronologi Hilang Versi Calon Suami
Evan sempat mengantar Jesslyn membeli kue hingga ke restoran tempat perayaan ulang tahun neneknya pada Senin (13/7). Awalnya Jesslyn tidak merespons undangan, namun kemudian datang setelah teman dekatnya meneruskan undangan dari tante Jesslyn. Evan mengantar pacarnya ke restoran dan menunggu di dekat lokasi.
"Saat itu Jesslyn diminta untuk membawa kue ulang tahun. Nah, terus Jesslyn datang, sempat membeli kue ulang tahun bersama dengan pacarnya, Evan," ucapnya.
Evan masih berkomunikasi dengan Jesslyn sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, sekitar pukul 21.30 WIB ia mulai tidak dapat menghubungi Jesslyn dan akhirnya mendatangi restoran. Di dalam restoran, Evan masih melihat kue ulang tahun yang dibeli Jesslyn. Ia lalu meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi, termasuk kerabat, tukang parkir, dan pegawai restoran. Saksi menyebut Jesslyn diculik orang tak dikenal.
"Nah, akhirnya dia diberitahu ada peristiwa Jaslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," ceritanya.
Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn lewat HP, email, hingga media sosial namun tidak mendapatkan respons. Ia sempat melacak sinyal HP Jesslyn.
"Evan juga minta tolong ke temannya untuk mencari tahu posisi HP-nya Jaslyn. Menurut Evan, HP-nya masih memancar dari rumah orang tuanya yang di Ancol, yang di Puri Jimbaran," kata Darti.
Kejanggalan CCTV dan Dugaan Kerja Sama
Evan lalu melapor ke polisi dan ikut melakukan olah TKP di restoran. Namun, mereka tidak menemukan rekaman CCTV karena perangkatnya rusak. Hal ini menimbulkan kecurigaan.
"Menurut salah seorang pegawai restoran, CCTV itu sudah tidak berfungsi sejak 3 bulan yang lalu. Tapi kami juga mencurigai ya, artinya menduga lah ya, bisa saja ini ada kerja sama juga antara pemilik restoran dengan pihak yang diduga merampas kemerdekaan Jesslyn," ucapnya.
Evan bersama polisi mendatangi rumah orang tua Jesslyn dan bertemu dengan adik kandung Jesslyn berinisial R. Saat itu, pihak keluarga keberatan dengan kehadiran anggota polisi.
"Seharusnya kan dia bisa menerima Polres dengan baik ya. Ada kooperatifnya Polres yang menyampaikan itu, tetapi mereka malah ya seakan menantang Polres, bahwa dia nggak terima didatangin, gitu," tuturnya.
Evan juga mendatangi apartemen Jesslyn dan menemukan barang pribadinya. Pihak Evan mendapat kabar bahwa Jesslyn dibawa pergi menggunakan mobil sewaan, sehingga menduga ada perencanaan atas 'penculikan' tersebut.
Hubungan Tidak Harmonis dengan Keluarga Jesslyn
Darti mengungkapkan bahwa hubungan Evan dengan orang tua Jesslyn tidak baik. Ia menduga 'penculikan' Jesslyn merupakan upaya untuk memisahkan mereka.
"Sepengetahuan saya, hubungan antara Evan dengan keluarganya Jesslyn adalah tidak harmonis. Dan diduga juga, rencana perkawinan mereka itulah yang menjadi pemicu dari takdir semua ini ya. Kita belum tahu ya, kita hanya menduga. Tetapi bisa jadi momen ulang tahun itu adalah momen yang dimanfaatkan untuk bisa menarik Jesslyn dari Evan," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penculikan tersebut. Belum ada permintaan tebusan yang diterima keluarga.



