7 Saksi Dugaan Penipuan Dam dan Badal Haji Diperiksa di Bandara Kertajati
7 Saksi Dugaan Penipuan Dam-Badal Haji Diperiksa

Sebanyak tujuh orang diperiksa oleh Polda Jawa Barat terkait dugaan penipuan bermodus pembayaran dam dan badal haji. Pemeriksaan dilakukan sesaat setelah para saksi tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, usai menunaikan ibadah haji dari Tanah Suci.

Pemeriksaan Saksi di Bandara

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyatakan bahwa pihaknya bersama Polda Jabar serius menangani laporan dugaan pelanggaran yang melibatkan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di provinsi tersebut.

“Pada kesempatan ini kami didampingi pihak Polda Jawa Barat melakukan penanganan atau klarifikasi terhadap kasus yang sedang viral berkaitan dengan salah satu KBIHU di Jawa Barat,” kata Boy di BIJB Kertajati, Majalengka. “Ini menunjukkan bahwa kami dari Kementerian Haji dan Umrah bersama Polda serius menangani laporan yang disampaikan para jemaah terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan KBIHU,” sambungnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Klarifikasi Pelaksanaan Dam dan Badal Haji

Boy menjelaskan bahwa pihak berwenang saat ini masih dalam tahap pengumpulan keterangan dan klarifikasi mengenai pelaksanaan dam serta badal haji di Arab Saudi. “Kami sedang mencari dan mengklarifikasi terhadap para KBIHU dan juga para jemaah terhadap kegiatan dam yang dilaksanakan di Arab Saudi seperti apa, dan juga badal haji itu dilakukan oleh KBIHU itu seperti apa. Dan semua ini masih dalam tahapan pengklarifikasian dari pihak Polda,” ujarnya.

Boy menegaskan bahwa dugaan yang sebelumnya disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah masih terus didalami dan belum dapat dipastikan kebenarannya. “Ini yang sedang kita dalami seperti apa. Mungkin klarifikasinya karena yang melaksanakan itu punya wewenang dari pihak Polda,” jelasnya.

“Mudah-mudahan secepatnya nanti kita akan temukan seperti apa kebenaran yang dilaksanakan oleh KBIHU tersebut. Pada intinya kami meminta para jemaah dan KBIHU memberikan keterangan yang sebenar-benarnya kepada pihak Polda,” sambung Boy.

Peran Para Saksi

Menurut Boy, hingga saat ini terdapat tujuh orang yang telah dimintai keterangan. Mereka terdiri dari jemaah, pengurus KBIHU, hingga perangkat kloter yang dinilai mengetahui peristiwa tersebut. “Sementara ini ada tujuh orang yang telah dilakukan pemeriksaan, baik dari jemaah, kemudian KBIH, dan juga perangkat kloter. Semuanya diminta keterangan karena mereka mengetahui sebenarnya seperti apa kejadian yang terjadi di Arab Saudi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan setelah rombongan haji terkait tiba di Tanah Air. Para saksi dipisahkan untuk dimintai klarifikasi secara individual. “(Setelah datang langsung) kita pisahkan dan kita melakukan klarifikasi atau meminta keterangan dari yang bersangkutan dan juga para jemaah itu sendiri,” ucap Boy.

Imbauan untuk KBIHU dan Jemaah

Dalam kesempatan itu, Boy juga mengimbau seluruh KBIHU dan jemaah agar menjalankan seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dan tidak melakukan praktik di luar aturan. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum untuk melindungi jemaah haji dari praktik penipuan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga