Pesan Terakhir Andri Damkar Jaktim Sebelum Gugur: Jangan Nikah Lagi
Pesan Terakhir Andri Damkar Jaktim: Jangan Nikah Lagi

Linda (43), istri dari Andriyono, petugas pemadam kebakaran (damkar) yang gugur saat memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di Kramat Jati, Jakarta Timur, menceritakan momen terakhir bersama sang suami. Pada pagi hari sebelum berangkat bertugas, Andri sempat melarang Linda untuk bekerja dan memintanya tetap di rumah menjaga anak-anak. Namun, Linda tetap berangkat kerja karena khawatir kebutuhan anak-anak tidak terpenuhi.

Larangan Bekerja di Pagi Hari

“Pada pagi itu, dia makan bareng sama anak lakinya. Terus dia mau jalan kerja, dia marahin saya, 'Jangan berangkat kerja, Neng'. Saya dilarang kerja. Tapi saya tetap kerja. Saya bilang, 'kalau saya enggak kerja, gimana nanti anak-anak?', saya bilang gitu kan. Terus akhirnya dia berangkat lah,” tutur Linda saat ditemui di kediamannya, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (3/8/2026).

Linda mengaku tidak memahami maksud Andri saat itu. Ia mengira suaminya hanya bercanda atau ingin bermanja-manja. Namun, tak lama berselang, ia menerima kabar mengejutkan dari putranya bahwa Andri sedang dirawat di rumah sakit.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kabar dari Putra dan Rekan Kerja

Menjelang siang, Linda mendapat telepon dari putra pertamanya yang bertanya tentang berkas-berkas Andri. “Saya tanya anak saya yang pertama tuh, 'Ada apaan, Bang?', kata saya. 'Ma, berkas-berkas Abi di mana?', 'Emang kenapa?', 'Abi masuk rumah sakit, Ma. Rumah Sakit Harapan Bunda',” terang Linda.

Linda segera bersiap menuju rumah sakit. Namun, sebelum berangkat, ia kembali dihubungi melalui panggilan video oleh rekan kerja Andri yang memintanya segera datang. “Ada temannya datang, sampai ke rumah. Video call, 'Bu, cepetan ya ke rumah sakit Harapan Bunda'. Tapi saya enggak dibilangin suami saya meninggal, enggak. Mungkin karena saya posisi jauh di Depok,” jelas Linda.

Sesampainya di Rumah Sakit

Saat tiba di rumah sakit, Linda sudah melihat suaminya terbaring dengan kain kafan. “Saya sampai, suami saya udah dibungkus sama kain putih, suami saya udah enggak ada,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Linda mengungkapkan bahwa dua bulan terakhir sebelum kejadian, Andri sering berpesan agar Linda tidak menikah lagi jika dirinya meninggal lebih dulu. “Dua bulan ke belakang ini ya, dia cuma satu pesannya, 'Neng, kalau saya enggak ada, jangan nikah lagi ya'. Cuman itu dia pesannya. 'Jaga anak-anak'. Tapi dua bulan ya. Saya bilang, 'Apaan sih, bercanda ngomongnya', saya cuman ngomong gitu-gitu doang. Itu dua bulan. Tapi kalau ke sini-sininya enggak ada,” ungkapnya.

Kehilangan dan Kenangan Indah

Linda mengaku kehilangan Andri sangat memukul dirinya dan ketiga anaknya. Meski begitu, ia berusaha tegar untuk anak-anaknya. “Beliau ini kalau minta sesuatu, mungkin karena apa sih, dia anak bontot kan ya, istilahnya dia anak terakhir dari keluarga asli sini. Jadi kalau dia minta apa-apa tuh harus gitu,” terang Linda.

Ia juga mengenang kebiasaan Andri yang hobi bermain catur. “Kan dia hobi catur ya. Catur itu kalau beli itu kan online. 'Neng, pengin beli catur yang harganya segini', Kata saya, 'Jangan, mahal', 'Enggak ah, pokoknya mau beli', gitu ya. Kadang suka karena masalah itu suka ya ingatnya berantemnya,” imbuhnya.

Andri juga sering bercerita tentang tugasnya sebagai damkar, termasuk menyelamatkan kucing dan ponsel yang jatuh ke selokan. “Pernah lagi nelepon. 'Neng, lucu nih, Neng', 'Apa?', 'Habis nyelamatin itu, ada kucing kejepit katanya', 'Kucing kejepit?', 'Iya'. 'Terus HP nyemplung. HP nyemplung di got, itu neleponnya Damkar, Neng', 'Tapi Damkar top, Neng, kata masyarakat. Damkar tuh luar biasa, nomor satu katanya', gitu,” pungkasnya.

Kronologi Gugurnya Andriyono

Andriyono menjadi salah satu petugas yang ikut memadamkan kebakaran di TPS liar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu (1/3). Ia jatuh tak sadarkan diri saat proses pemadaman berlangsung. Andri sempat mendapat pertolongan pertama di lokasi, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan menghembuskan napas terakhirnya di sana.

Sebagai bentuk penghargaan, Andriyono mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) dan keluarganya menerima santunan. Pihak berwenang juga mulai mengangkut sampah di TPS liar tersebut untuk mencegah kejadian serupa.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga